HUT ke-209, Kebun Raya Bogor Resmikan Taman Araceae Usai Direvitalisasi untuk Edukasi Publik 

HUT ke-209, Kebun Raya Bogor Resmikan Taman Araceae Usai Direvitalisasi untuk Edukasi Publik 
Taman Araceae yang kini resmi dibuka di Kebun Raya Bogor untuk menjadi sarana konservasi dan edukasi untuk mengenalkan sekaligus melestarikan kekayaan tumbuhan talas-talasan di Indonesia. Senin (18/5/2026), Foto: Sekar Andini
0 Komentar

Karena itu, menurut Yuzammi, diperlukan upaya penyelamatan melalui eksplorasi kawasan hutan serta konservasi ex situ di kebun raya.

“Kehadiran Taman Araceae diharapkan dapat menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pelestarian tumbuhan tropis, sekaligus memperluas pengalaman pengunjung dalam mengenal kekayaan flora Indonesia,” kata Yuzammi.

Ia menambahkan, selain berfungsi sebagai upaya pelestarian, sejumlah jenis Araceae juga memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Baca Juga:Dishub Kota Bogor Aktifkan 50 Halte Biskita Transpakuan, Layanan Empat Koridor DiperluasPolisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam Diamankan

Pengunjung Taman Araceae dapat mengetahui informasi tersebut melalui papan penjelasan, termasuk jenis-jenis yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, seperti Amorphophallus paeoniifolius (suweg), Amorphophallus muelleri (porang), dan Colocasia esculenta (talas).

“Jenis-jenis tersebut dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti onde-onde, brownies, beras porang, dan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, beberapa jenis Araceae juga diketahui berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan, seperti Epipremnum pinnatum (ekor naga) dan Typhonium flagelliforme (keladi tikus) yang dikenal masyarakat sebagai tanaman obat kanker.

Sementara sebagai tanaman hias, hampir seluruh jenis Araceae memiliki potensi, di antaranya Aglaonema, Alocasia, Anthurium, Philodendron, dan Homalomena yang sudah cukup dikenal masyarakat.

Di sisi lain, Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Sasa Sofyan Munawar mengatakan Kebun Raya Bogor bukan sekadar taman botani, melainkan ruang sejarah, pusat ilmu pengetahuan, laboratorium hidup, sekaligus simbol perjalanan panjang konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Menurutnya, sejak didirikan pada 1817, Kebun Raya Bogor telah menjadi rumah bagi ribuan koleksi tumbuhan yang memiliki nilai ilmiah, ekologis, budaya, hingga ekonomi.

“Lebih dari dua abad perjalanan tersebut menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai salah satu institusi konservasi tumbuhan tropis paling penting di dunia,” ujar Sasa.

Baca Juga:Libur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta SehariBerangkat Besok, Bupati Rudy Lepas 335 Jemaah Haji Kloter 24 Kabupaten Bogor ke Tanah Suci

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai, peneliti, teknisi, kurator, gardener, tenaga konservasi, hingga seluruh pihak yang selama ini menjaga keberlangsungan Kebun Raya Bogor.

Selain itu, BRIN turut menyampaikan penghargaan kepada PT Mitra Natura Raya sebagai mitra pengelola Kebun Raya Bogor yang dinilai terus mendukung pengembangan kawasan kebun raya secara inovatif, edukatif, dan berkelanjutan.

‘’Secara khusus, BRIN menyampaikan apresiasi atas revitalisasi Taman Araceae di Kebun Raya Bogor, sebuah taman tematik yang mengoleksi berbagai jenis tumbuhan talas-talasan dari suku Araceae. Revitalisasi ini bukan hanya memperindah kawasan kebun raya, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi, konservasi, dan interpretasi koleksi ilmiah kepada masyarakat luas,’’ tuturnya.

0 Komentar