JABAR EKSPRES – Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni. Generasi muda harus mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata untuk melawan kemiskinan, memerangi kebodohan, serta mendorong kemajuan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, saat menutup rangkaian Youth Fest 2026 yang digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Taraju, Rabu (28/10/2026).
Asep mengapresiasi antusiasme dan kreativitas pemuda yang terlibat dalam berbagai kegiatan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Menurutnya, Youth Fest menjadi bukti bahwa potensi generasi muda Kabupaten Tasikmalaya tumbuh hingga ke berbagai wilayah, termasuk kawasan pelosok.
Baca Juga:Asintel Panglima TNI Sambut Atase Militer Negara Sahabat dalam MILAT Tour 2026 di Bandung8.523 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Jateng, 64 Persen Sudah Beroperasi
Kegiatan yang memadukan olahraga, hiburan, dan kreativitas digital tersebut dinilai mampu mempertemukan anak muda dari beragam latar belakang dalam semangat kebersamaan.
“Rangkaian Youth Fest 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda Kabupaten Tasikmalaya, dalam hal ini KNPI, sangat aktif, kreatif, dan kompak. Mulai dari kompetisi mini soccer, bola voli, hingga turnamen e-sport, semuanya menjadi wadah untuk menyatukan potensi anak muda dari berbagai pelosok,” ungkap Asep dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, Youth Fest 2026 kali ini juga menghadirkan jalan sehat dan pameran usaha kecil dan menengah (UKM). Kehadiran pelaku usaha dalam kegiatan tersebut dinilai membuka ruang bagi pemuda untuk berkontribusi lebih luas, tidak hanya dalam bidang olahraga dan sosial, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.
Asep menegaskan, pemerintah daerah mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus melahirkan gagasan baru.
“Sebagai pemerintah daerah, kami tentu mendukung segala upaya dan kegiatan positif pemuda. Saya sangat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari bola voli, futsal, jalan sehat, hingga pameran UKM yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Di balik apresiasi terhadap kreativitas generasi muda, Asep juga mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah daerah, terutama terkait ketersediaan sarana penunjang aktivitas kepemudaan.
Salah satunya adalah penyelesaian pembangunan Gedung Pemuda yang diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi generasi muda untuk berorganisasi, mengembangkan kreativitas, dan menjalankan berbagai kegiatan produktif.
