JABAR EKSPRES – Lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 membawa berkah sekaligus tantangan bagi peternak sapi di Kabupaten Bandung.
Tingginya angka pemesanan membuat sejumlah pengusaha ternak mulai kesulitan mencari tambahan stok ntuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Heru Sasongko (47), pengelola peternakan Rumah Kurban di Kecamatan Cilengkrang, mengaku permintaan tahun ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya hingga membuat dirinya kekurangan pasokan.
Baca Juga:JKN Hadirkan Harapan, Operasi Rahang Ubed Berjalan LancarPolresta Bandung Ringkus Lima Pelaku Begal Sadis terhadap WNA China di Solokan Jeruk
“Penjualan tahun sekarang lebih menjanjikan daripada tahun kemarin. Saya saja ini kekurangan banyak, ada sekitar 50 konsumen yang masih harus saya carikan sapi,” ujar Heru, Jumat (15/5/2026).
Saat ini Heru mengelola sekitar 200 ekor sapi yang tersebar di tiga wilayah, yakni Majalaya, Arjasari, dan Cilengkrang. Namun jumlah tersebut belum cukup untuk menutup seluruh permintaan pasar yang terus berdatangan.
Menurut Heru, meningkatnya kebutuhan hewan kurban tahun ini dipicu oleh tingginya minat masyarakat dari berbagai segmen, mulai dari pembeli individu, DKM, hingga kalangan pejabat.
Kondisi ini membuat persaingan mendapatkan sapi berkualitas dari daerah pemasok seperti Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur semakin ketat.
“Yang penting sekarang bukan cuma jualan, tapi cari barangnya juga susah karena permintaan tinggi,” ungkapnya.
Heru mengatakan, keterbatasan stok membuat peternak harus bergerak lebih cepat mengamankan pasokan dari berbagai daerah sejak jauh hari. Jika terlambat, harga beli dari pemasok bisa naik dan berdampak pada harga jual ke konsumen.
Meski menghadapi tantangan stok, Heru tetap menjaga kualitas sapi yang dipasarkan. Ia memastikan seluruh hewan kurban yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dilengkapi surat resmi.
Baca Juga:Kasus Hukum Pengusaha LPG Asal Bandung Rio Delgado Hassan Selesai Lewat Jalur PerdamaianBongkar Dugaan Asusila Guru BK SMAN 4 Cibinong Terbongkar, Ayah Korban Ungkap Kronologisnya
“Soal izin pengiriman jelas sudah aman. Yang penting ada surat kesehatan hewan,” katanya.
Selain persoalan stok, peternak juga dihadapkan pada naiknya biaya operasional, terutama pakan hijauan yang semakin sulit didapat.
Heru menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan tambahan di tengah tingginya permintaan pasar.
Meski demikian, ia optimistis bisnis hewan kurban tahun ini menjadi salah satu periode penjualan terbaik, terutama karena pasar tidak hanya berasal dari Bandung Raya, tetapi juga merambah Jabodetabek.
