JABAR EKSPRES – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 006 RW 003, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, tampil berbeda. Warga menghadirkan sejumlah karakter superhero untuk memeriahkan pesta kemerdekaan sekaligus menghibur anak-anak.
Mengusung tema “Superhero Bersama Rakyat, kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga. Anak-anak menjadi kelompok yang paling ramai menyaksikan kehadiran para superhero dalam rangkaian perayaan pada 17 Agustus 2026.
Ketua RT 006 RW 003, Ujang Wawan, mengatakan konsep superhero sengaja dipilih untuk menghadirkan hiburan yang dekat dengan anak-anak. Gagasan itu muncul setelah dirinya bersama panitia dan warga berdiskusi mengenai konsep perayaan HUT RI tahun ini.
Baca Juga:FK Tagana Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Kerahkan 20 Personel Bersihkan DAS CikuntenKemenkeu Perkuat Pengawasan Anggaran Program MBG di Daerah
“Saya berembuk dengan ketua panitia, ternyata diambil positifnya, nantinya untuk mempertontonkan (superhero). Jadi ngambilnya tema dengan superhero lah,” kata Ujang saat diwawancarai Jabar Ekspres di lokasi.
Menurut Ujang, peran RT dalam kegiatan tersebut lebih banyak memberikan dukungan dan izin, sementara konsep acara diserahkan kepada Karang Taruna. Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan diisi dengan kegiatan yang positif dan mampu memberi hiburan bagi warga.
“Jadi, diserahkan lah kepada Karang Taruna gimana konsepnya. Saya sebagai ketua RT di sini mendukung dan merespons. Yang penting di dalam merayakan 17 Agustusan untuk tahun ini, yaitu diisi dengan positif-positif,” ujarnya.
Konsep superhero menjadi sesuatu yang baru bagi warga RT 006. Pada perayaan HUT RI tahun sebelumnya, panitia menghadirkan Badut Cimahi sebagai hiburan.
“Kebetulan untuk konsep superhero baru tahun ini. Tapi kalau tahun kemarin dia itu mengisi Badut Cimahi, untuk menghibur warga di sini. Dan Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi,” bebernya.
Ujang menuturkan, tingginya respons warga terhadap hiburan pada perayaan tahun lalu menjadi salah satu pertimbangan untuk menghadirkan konsep yang serupa pada tahun ini. Namun, hiburan tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan diharapkan dapat menyampaikan pesan positif kepada anak-anak.
“Tujuannya itu kan menghibur anak-anak, kan sulap gitu. Jadi diajarkan lah dari sana itu, dari sini sejak dini,” kata Ujang.
