Dedi Mulyadi Dorong Pengembangan Pertanian Organik

Gubernur Dedi Mulyadi (dok Humas)
Gubernur Dedi Mulyadi (dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Dedi Mulyadi mendorong penguatan pertanian organik. Hal itu diungkapkan dalam upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Jawa Barat, Senin (17/8).

Dedi menguraikan, iklim pertanian saat ini perlu mulai digeser ke iklim pertanian hijau.

“Karena pertanian yang terus-menerus menggunakan pestisida dan pupuk kimia tidak bisa lagi masuk ke pasar dunia dan tidak bisa lagi membuat untung para petani, ” jelasnya.

Baca Juga:FK Tagana Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Kerahkan 20 Personel Bersihkan DAS CikuntenKemenkeu Perkuat Pengawasan Anggaran Program MBG di Daerah

Dedi menekankan agar Dinas Pertanian untuk mulai bergerak mewujudkan pertanian organik tersebut, bisa dilakukan sepetak demi sepetak.

Bagi Dedi Mulyadi, pertanian organik bukan hanya berbicara kesejahteraan tapi juga soal kesehatan.

“Pertanian organik merupakan tahapan untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang sehat. Yaitu masyarakat yang setiap hari mengonsumsi air yang berkualitas, mengonsumsi buah-buahan yang berkualitas, ” katanya.

Tak hanya itu, bagi Dedi Mulyadi, pertanian organik juga cerminan nasionalisme sejati.

“Maka kalau kita ingin menjadi nasionalisme sejati, negeri kita sebenarnya tak perlu pestisida, negeri kita sebenarnya tak perlu bahan kimia kalau kita mengikatkan diri dengan seluruh alam raya ini secara sempurna dan Tuhan hadir dalam setiap jengkal tanah, melahirkan kesuburan, melahirkan masyarakat Jawa Barat yang subur makmur gemah ripah repeh rapih,” cetusnya.

Pihaknya prihatin bahwa saat ini pestisida menjadi ketergantungan. Padahal itu sudah banyak ditinggalkan negara-negara yang dulu mendorong penggunaan pestisida.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga menyinggung penggunaan obat kimiawi yang dinilai disengaja merusak generasi. Yaitu berkaitan dengan peredaran tramadol.

Baca Juga:Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih Pimpin PWI Jabar 2026–2031, Oland Sibarani Kembali Nahkodai Dewan KehormatanMenteri UMKM Segera Tetapkan Diskon Biaya Layanan 50 Persen untuk Produk Lokal

“Mereka korban obat-obatan terlarang. Tren hari ini adalah Tramadol. Ribuan orang terjatuh pada pergumulan kejahatan. Dari mulai tawuran, pembacokan, pencopetan, perampokan, pembunuhan. Dan di sudut-sudut kampung Tramadol itu dijual secara bebas, ” singgungnya. (son)

0 Komentar