Bongkar Dugaan Asusila Guru BK SMAN 4 Cibinong Terbongkar, Ayah Korban Ungkap Kronologisnya

Kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong, Kabupaten
Kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong, Kabupaten Bogor, terus menjadi perhatian publik. FOTO: Dzihar/Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 4 Cibinong, Kabupaten Bogor, terus menjadi perhatian publik.

Dikonfirmasi, Orang tua korban, Edwin Wibowo, mengungkapkan kronologi dugaan tindakan yang dialami putrinya saat menjalani sesi konseling dengan terduga pelaku.

Ia mengatakan, konseling dilakukan di luar jam pelajaran dan berlangsung secara tertutup di dalam kelas.

Baca Juga:Bobotoh Terduga Korban Penganiayaan Jalani Pemeriksaan, Polisi Diminta Segera Amankan Pelaku! VOLUME HOTEL Pasteur Resmi Soft Opening, Hadirkan Sensasi Menginap Tematik dengan Private Pool di Bandung

Menurutnya, dugaan tindakan asusila itu diperkuat dari pengakuan korban serta surat pernyataan yang dibuat terduga pelaku.

“Pelaku melaksanakan bimbingan konseling di luar jam pelajaran dan dilakukan tertutup di kelas,” kata Edwin pada Selasa (12/5/26).

Ia menyebut, berdasarkan pengakuan anaknya, terduga pelaku sempat meminta izin untuk memeluk korban hingga dua kali.

“Dia memeluk dua kali dari depan, kemudian memegang tangan anak saya, lalu membelai bagian belakang tubuhnya,” terangnya.

Edwin menilai tindakan tersebuy merupakan bentuk indikasi asusila terhadap anak di bawah umur.

Ia pun mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor demi mendapatkan perlindungan hukum bagi putrinya.

Kendati begitu, Edwin mengaku masih mempertimbangkan proses visum terhadap anaknya karena kondisi psikologis korban.

Baca Juga:Viral! Guru BK SMAN 4 Cibinong Kini Dinonaktifkan usai Diduga Lecehkan Siswi saat KonselingPrediksi Dampak El Nino Godzilla, 6 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya Rawan Kekeringan Ekstrem

“Kalau harus dilakukan visum, jujur anak kami keberatan. Saya tidak berani mengambil keputusan karena saya mencintai anak saya,” katanya.

Dalam penanganan kasus ini, Edwin mengapresiasi langkah sekolah dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Jawa Barat yang telah mempertemukan pihak keluarga dengan terduga pelaku dan berjanji menindak tegas melalui jalur kedinasan.

Akan tetapi, ia meminta sekolah benar-benar memastikan terduga pelaku tidak lagi berada di lingkungan sekolah.

“Kalau yang bersangkutan masih ada di sekolah, saya akan menarik anak saya,” tegas Edwin.

Menurutnya, keamanan dan kenyamnan siswa harus menjadi prioritas utama pihak sekolah.

Ia juga meminta kasus tersebut dijadikan evaluasi serius agar pengawasan terhadap siswa lebih diperketat. (Dzihar)

0 Komentar