Jabar Ekspres – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan di Jawa Barat resmi digelar di Halaman Gedung Sate. Walaupun memang proyek penataan masih belum tuntas sempurna. Salah satunya gapura yang masih di topang bambu.
Rangkaian upacara peringatan Kemerdekaan RI ke – 81 itu diawali dengan kirab. Yaitu kirab duplikat Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate.
Di halaman Gedung Sate itulah, bendera dikibarkan. Itu termasuk yang pertama dalam beberapa tahun terakhir karena biasanya upacara digelar di Lapangan Gasibu.
Baca Juga:Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus BerkurangKunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa Depan
Gubernur Dedi Mulyadi memang cukup ngotot untuk bisa menggelar upacara di Halaman Gedung Sate. Makanya dalam beberapa bulan terakhir, proyek penataan halaman Gedung Sate dikebut.
Tujuannya agar halaman itu punya tampilan baru dan bisa digunakan sebagai lapangan upacara. Hari ini, halaman gedung bersejarah itu akhirnya bisa digunakan untuk upacara.
Paving sudah tertata rapi. Tiang bendera merah terpajang di tengah halaman. Kemudian peserta upacara dari unsur TNI, Polri hingga petugas kebersihan berbaris rapi mengelilingi halaman Gedung Sate yang usai di perbaiki itu.
Sementara sebagian lapangan Gasibu menjadi panggung utama dalam upacara itu. Di situ jadi panggung sejumlah tamu kehormatan termasuk perwakilan masyarakat.
Namun walau telah bisa dipakai untuk upacara, namun beberapa proyek pengerjaan belum sepenuhnya tuntas. Misalnya gapura di Jalan Diponegoro. Gapura itu memang telah berdiri tapi nampak belum tuntas. Sebagian masih perlu disangga dengan bambu dan kayu.
Dalam kesempatan itu Gubernur Dedi Mulyadi menjadi inspektur upacara. “Kami mohon maaf. Pada saat ini kita berada di luar arena tenda VIP, karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, Grab, termasuk kuli bangunan yang bekerja bersusah payah ingin menyelesaikan target pembangunan di seluruh Provinsi Jawa Barat dan pembangunan halaman Gedung Sate, ” ucapnya membuka sambutan atau amanat upacara.
Ia menegaskan bahwa saat ini menjadi kali pertama pelaksanaan upacara digelar di Halaman Gedung Sate. “Biasanya kita menggunakan Gasibu. Kita berdiri di sini bukan karya saya, tapi ini adalah karya-karya kuli bangunan yang sekolah SD pun tidak tamat. Karya-karya tukang pengecat yang dipicu dalam setiap waktu harus bekerja, ” jelasnya.
