Jabar Ekspres – HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengevaluasi pembangunan daerah.
Ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat. Sejumlah kebutuhan dasar seperti infrastruktur, rumah layak huni, sarana pendidikan, hingga pelayanan publik masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum untuk terus memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan. Kita harus memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan masyarakat,” ujar Jeje saat memimpin upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Pemkab Bandung Barat, Senin (17/8/2026).
Baca Juga:Semarak HUT RI ke-81, Kebun Raya Bogor Gelar Lomba 17-an hingga Parade Onthel Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
Menurut Jeje, makna kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut, Pemkab Bandung Barat pada 2026 memprioritaskan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor infrastruktur, pemerintah memperbaiki 34 ruas jalan dan satu jembatan.
Sementara di bidang perumahan, sebanyak 367 unit rumah tidak layak huni tengah mendapat penanganan. Adapun sektor pendidikan menargetkan perbaikan 146 ruang kelas yang tersebar di 79 sekolah dasar.
“Persoalan pembangunan kita masih cukup banyak. Karena itu, kita harus mengerjakannya secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Selain pembangunan fisik, Jeje menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, serta perbaikan pelayanan publik menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan.
Pemkab Bandung Barat juga berupaya mendekatkan birokrasi dengan masyarakat melalui program Sapoé-Sadesa. Program tersebut menjadi sarana pemerintah turun langsung ke desa untuk menyerap aspirasi dan melihat persoalan warga.
Keterlibatan masyarakat, lanjut dia diperlukan agar pembangunan tidak hanya berdasarkan perencanaan di tingkat pemerintahan, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca Juga:Kunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa DepanTP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan Hadirkan Ruang Baru Bagi Musik, Budaya, dan Komunitas
“Ketika kita turun langsung, kita bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi itu harus menjadi dasar dalam menentukan pembangunan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkab Bandung Barat terus mendukung sejumlah program prioritas nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga pengendalian inflasi.
