JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan penanganan intensif setelah populasi nyamuk di Desa Rancapanggung meningkat drastis.
Plt Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar mengatakan, peningkatan populasi nyamuk di wilayah Kecamatan Cililin diduga berkaitan dengan menumpuknya eceng gondok di perairan Waduk Saguling.
“Keberadaan eceng gondok yang menumpuk di area waduk diduga kuat mendukung berkembangbiaknya nyamuk sehingga populasinya meningkat cukup signifikan,” kata Lia, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga:Usai Diserang Nyamuk, Warga Bantaran Waduk Saguling Desak Tumpukan Eceng Gondok DibersihkanWaduk Saguling Tercemar Limbah Pasar Rancapanggung Cililin
Ia mengungkapkan, pihaknya juga menerima laporan adanya warga yang mengalami bentol dan gatal-gatal akibat gigitan nyamuk maupun serangga.
Menurut dia, Puskesmas Mukapayung telah melakukan pengecekan kesehatan serta penanganan awal terhadap warga yang terdampak.
“Petugas kesehatan sudah melakukan pemeriksaan dan penanganan kepada warga yang mengalami bentol-bentol akibat gigitan nyamuk atau serangga,” ungkapnya.
Dinkes Bandung Barat juga telah melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah RW di Desa Rancapanggung sebagai langkah pengendalian populasi nyamuk.
Namun, Lia menilai langkah tersebut belum cukup efektif karena populasi nyamuk di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.
“Fogging sudah dilakukan, tetapi populasi nyamuk masih cukup banyak sehingga diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengendalian populasi nyamuk tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas instansi termasuk pengelola Waduk Saguling.
Baca Juga:Eceng Gondok Diduga Jadi Penyebab Nyamuk Kuning Mengganas di Cililin, Warga Alami Gatal dan Iritasi KulitCuaca Tak Menentu Picu Lonjakan DBD, Dinkes Cimahi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Menurut dia, penanganan eceng gondok menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
“Diperlukan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan dari pengelola waduk untuk pengangkatan eceng gondok dan penataan lingkungan agar pengendalian nyamuk bisa lebih optimal,” tegasnya.
Lia juga mengimbau warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat gigitan nyamuk.
“Kalau ada keluhan kesehatan setelah digigit nyamuk atau serangga, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tandasnya. (Wit)
