JABAR EKSPRES – Warga bantaran Waduk Saguling mendesak eceng gondok segera dibersihkan setelah nyamuk bercorak kuning kecoklatan menyerang permukiman hampir sepanjang hari.
Serangan nyamuk tersebut terjadi di sejumlah wilayah Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat dan disebut sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Kepala Desa Rancapanggung Asep Sukma Jaya mengatakan, warga menduga ledakan nyamuk itu dipicu tumpukan eceng gondok yang menutupi perairan Waduk Saguling.
Baca Juga:Eceng Gondok Kuasai 94 Hektare Waduk Saguling, Pasokan Listrik Jawa-Bali TerancamEceng Gondok dan Sampah Ancam PLTA Saguling, 10 Truk Pengangkut Diterjunkan ke Lokasi
“Warga berharap eceng gondok di kawasan waduk segera diangkut dan dibersihkan karena serangan nyamuk ini sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Asep saat dikonfirmasi di bantaran Waduk Saguling, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, pemerintah desa sudah berupaya melakukan penanganan sementara dengan menggandeng Puskesmas Mukapayung untuk pemeriksaan kesehatan warga dan fogging di sejumlah titik permukiman.
“Fogging sudah dilakukan dan tenaga kesehatan juga sudah turun memeriksa kondisi warga. Namun sumber persoalan yang diduga berasal dari area waduk masih belum tertangani,” ujarnya.
Asep mengatakan, fenomena ledakan nyamuk tersebut mulai dirasakan warga sejak dua hingga tiga bulan terakhir dan kini meluas ke sejumlah wilayah di sekitar bantaran Waduk Saguling.
Akibat serangan nyamuk itu, sejumlah warga mengalami gangguan pada kulit akibat gigitan nyamuk yang menimbulkan rasa gatal hingga bercak kehitaman.
“Bekas gigitannya menyebabkan gatal, bercak merah sampai menghitam kalau digaruk terus. Tapi sejauh ini belum ada laporan penyakit serius,” katanya.
Berdasarkan pendataan pemerintah desa, wilayah terdampak meliputi RW 5, RW 8, RW 9 dan RW 10 di Desa Rancapanggung. Serangan nyamuk juga dilaporkan mulai menyebar ke beberapa desa lain di sekitar Waduk Saguling.
Baca Juga:Eceng Gondok Masif di Waduk Saguling, PLN Perkuat Penanganan DaruratWaduk Saguling Tercemar Limbah Pasar Rancapanggung Cililin
Salah seorang warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat mengaku nyamuk mulai menyerang warga hampir sepanjang hari dengan jumlah yang cukup banyak.
“Siang hari juga nyamuknya bergerombol, bukan hanya di dalam rumah tapi sampai ke luar rumah. Kalau malam jumlahnya lebih banyak lagi,” ujar Anung.
Ia mengatakan, nyamuk yang muncul memiliki ciri berbeda dibanding nyamuk rumah pada umumnya karena berukuran lebih besar dengan warna kuning kecoklatan.
