Eceng Gondok Diduga Jadi Penyebab Nyamuk Kuning Mengganas di Cililin, Warga Alami Gatal dan Iritasi Kulit

Tumpukan eceng gondok menutupi bantaran Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Ban
Tumpukan eceng gondok menutupi bantaran Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Jumat (8/5). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga di bantaran Waduk Saguling, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengeluhkan invasi nyamuk kuning yang disebut semakin banyak dan sulit dikendalikan.

Serangan nyamuk tersebut bahkan menyebabkan gatal-gatal hingga kulit warga melepuh seperti terkena luka bakar.

Kemunculan nyamuk dalam jumlah besar itu terjadi di sejumlah permukiman yang berada dekat kawasan waduk. Warga menyebut nyamuk mulai menyerang saat sore hingga malam hari dan masuk ke rumah-rumah secara bergerombol.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban

“Leher, tangan, sampai kaki saya seperti terkena luka bakar. Panas sekali sengatannya. Awalnya cuma bentol dan gatal biasa, tapi lama-lama kulit jadi merah, melepuh, bahkan terasa perih kalau terkena air,” ujar Engkos (60), warga Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, populasi nyamuk semakin tak terkendali saat memasuki waktu magrib. Warga bahkan kesulitan tidur lantaran nyamuk terus masuk ke dalam rumah dalam jumlah besar.

“Kalau sudah malam, nyamuk mulai bergerombol masuk rumah. Kami sampai susah tidur karena terus digigit. Anak-anak juga banyak yang mengeluh gatal,” katanya.

Engkos mengatakan warga sebenarnya sudah mencoba berbagai cara untuk mengurangi populasi nyamuk, mulai dari membersihkan lingkungan, membakar sampah, hingga menggunakan obat nyamuk. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami sudah berusaha semampunya. Hampir tiap malam pakai obat nyamuk, tapi tetap saja banyak. Mungkin perlu penanganan khusus karena jumlahnya sudah tidak wajar,” ucapnya.

Ia menduga banyaknya nyamuk dipicu kondisi lingkungan di sekitar bantaran waduk yang lembab dan dipenuhi genangan air. Warga pun khawatir kondisi tersebut memicu penyakit serta semakin mengganggu kesehatan masyarakat.

“Harapan kami pemerintah jangan tutup mata. Tolong dicek kondisi lingkungan di sini dan lakukan penyemprotan supaya nyamuknya berkurang. Kasihan warga, terutama anak-anak dan lansia, karena hampir setiap hari mengeluh gatal dan sulit istirahat,” tuturnya.

Baca Juga:Kemendikdasmen Kolaborasikan Sejumlah Program dengan DBL Indonesia, Salah Satunya Super TeacherGuru Honorer Tasikmalaya Desak Kejelasan Status dan Gaji, DPRD Siap Dorong ke Pusat

Ledakan populasi nyamuk itu juga diduga dipicu banyaknya eceng gondok yang menutupi kawasan Waduk Saguling. Akibatnya, warga mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan, terutama gangguan pada kulit.

0 Komentar