JABAR EKSPRES – Kirab Budaya Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda atau peringatan hari jadi budaya Sunda resmi akan digelar perdana di Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) malam dengan melibatkan peserta dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau langsung persiapan akhir pelaksanaan kirab di kawasan Museum Pajajaran Bumi Ageung Batutulis, Bogor Selatan, Kamis (7/5/2026), yang akan menjadi titik awal keberangkatan kirab budaya.
Dedie mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan kirab budaya nantinya berjalan lancar, mulai dari kesiapan lintasan, akses jalan, kebersihan kawasan, penataan fasilitas pendukung, hingga jalur yang akan dilalui rombongan budaya dan kereta kencana.
Baca Juga:Mahkota Binokasih Tiba di Bogor, Dedie: Simbol Filosofi Pemimpin di Jabar Harus Penuh Kasih Kirab Budaya Mahkota Binokasih Tempuh Rute 3,2 Km, Ini Rekayasa Lalin di Kota Bogor
“Jadi saya didampingi oleh tim dari provinsi, serta dinas terkait memastikan bahwa titik start untuk kegiatan Kirab Mahkota Binokasih Milangkala Tutur Sunda ini paling tidak semuanya terpantau sudah beres, semuanya sudah siap,” kata Dedie di Museum Pajajaran Bumi Ageung Batutulis, Bogor Selatan, pada Kamis (7/5/2026).
Dedie pun mengakui masih terdapat sejumlah catatan teknis yang perlu dimaksimalkan sebelum pelaksanaan kirab dimulai pada Jumat malam.
Meski demikian, ia menyebut masih ada waktu bagi seluruh instansi yang terlibat untuk melakukan finalisasi persiapan agar pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih Sang Hyang Paké dapat berjalan lancar dan optimal.
“Ada catatan-catatan kecil terutama soal kebersihan, soal akses, nanti karena ada kereta kencana dan lain sebagainya tentu harus kita optimalkan supaya lebih baik lagi,” ujarnya.
Dalam rangkaian peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga menerima kedatangan Mahkota Binokasih Sang Hyang Paké dari Keraton Sumedang Larang.
Mahkota tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran Sunda yang dahulu berpusat di Pakuan Bogor sebelum kemudian dibawa ke Sumedang dan hingga kini disimpan di lingkungan Keraton Sumedang Larang.
Nantinya pada Kirab Budaya, mahkota berbahan emas 18,8 karat dengan bobot sekitar 8 kilogram itu akan menjadi fokus utama arak-arakan budaya sejauh 3,2 kilometer dari Museum Pajajaran Batutulis, Bogor Selatan menuju Lawang Suryakencana, Bogor Tengah.
