Menurut Dedie, kehadiran Mahkota Binokasih tidak hanya menjadi bagian dari seremoni budaya, tetapi juga membawa semangat persaudaraan dan jejak sejarah masyarakat Sunda di Jawa Barat.
“Tadi dalam rangkaian saya juga ikut menerima Mahkota Binokasih Sang Hyang Paké yang merupakan bagian penting dari keseluruhan prosesi Milangkala Tatar Sunda ini yang insya Allah akan menjadi spirit atau semangat untuk kita semua bahwa ternyata Jawa Barat itu punya hubungan batin, hubungan kekerabatan, hubungan persaudaraan,” katanya.
Ia menilai kegiatan kirab budaya ini pun menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali sejarah Sunda kepada generasi muda, termasuk hubungan sejarah antara Bogor dan Sumedang yang berkaitan dengan peninggalan Kerajaan Pajajaran.
Baca Juga:Mahkota Binokasih Tiba di Bogor, Dedie: Simbol Filosofi Pemimpin di Jabar Harus Penuh Kasih Kirab Budaya Mahkota Binokasih Tempuh Rute 3,2 Km, Ini Rekayasa Lalin di Kota Bogor
“Biar bagaimanapun juga kita punya jejak-jejak sejarah yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dikenalkan kepada generasi muda berikutnya. Itu bisa disampaikan melalui cerita, narasi, pertunjukan budaya, artefak sejarah, maupun simbol-simbol budaya. Nah, kirab ini menjadi salah satu cara untuk itu,” ujarnya.
Sebagai informasi, Kirab Budaya Mahkota Binokasih dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dengan mengarak Mahkota Binokasih Sang Hyang Paké serta menampilkan berbagai kesenian dan tarian Sunda.
Arak-arakan budaya tersebut juga akan dimeriahkan pasukan kuda kavaleri dan sejumlah kereta kencana, dengan total peserta diperkirakan hingga 3.000 yang akan melintasi rute dari kawasan Museum Pajajaran Bumi Ageung Batutulis, Bogor Selatan menuju Lawang Suryakencana, Bogor Tengah.
