JABAR EKSPRES – Di tengah hiruk-pikuk musim mudik Lebaran, ketika jalanan dipenuhi kendaraan, rest area sesak, dan jalur-jalur utama menjadi urat nadi jutaan orang yang ingin pulang, wajah pengamanan perlahan berubah.
Pos mudik kini bukan lagi sekadar tenda di pinggir jalan dengan petugas berseragam. Ia telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan yang dituntut hadir dalam dua dunia sekaligus: nyata di lapangan dan aktif di ruang digital.
Perubahan itu tercermin dari capaian Polresta Bandung yang keluar sebagai juara umum Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 dengan skor 94, tertinggi di Jawa Barat.
Baca Juga:Nobar Berujung Maut, Bobotoh Muda di Tasikmalaya Tewas Diduga DikeroyokGubernur Ahmad Luthfi dan Sungai Watch Bakal Kolaborasi Bersihkan Sampah Sungai di Jateng
Mereka unggul dari sejumlah wilayah lain bukan hanya karena kesiapan teknis, tetapi karena dinilai paling mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Selama 13 hingga 25 Maret 2026, penilaian dilakukan tim gabungan Itwasda, Biro SDM, dan Bidhumas Polda Jabar. Berbagai aspek diperiksa ketat, mulai dari kesiapan personel, sarana prasarana, pelayanan, hingga kemampuan membangun komunikasi publik.
Inspektur Pengawasan Daerah Polda Jabar Kombes Pol Benny Subandi menegaskan, penilaian tersebut memang dirancang untuk melihat kualitas kerja nyata di lapangan.
“Penilaian ini menjadi tolok ukur kesiapan personel, sarana prasarana, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Benny belum lama ini.
Menurut Benny, pengamanan modern tak lagi cukup hanya mengandalkan kehadiran fisik. Pos pengamanan harus mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, terukur, dan terintegrasi, termasuk lewat komunikasi publik yang efektif.
Di sinilah perubahan paling terasa.
Media sosial TikTok, Instagram, YouTube, hingga Facebook yang dulu mungkin hanya dianggap pelengkap, kini menjadi bagian penting dari strategi pelayanan.
Dengan bobot penilaian mencapai 20 persen, aktivitas digital menjadi indikator bahwa polisi harus mampu hadir di tempat masyarakat mencari informasi paling cepat yakni ponsel mereka sendiri.
Baca Juga:Jembatan Darurat Sungai Cigoha Kembali Ambruk, Warga Tanjungsari Terpaksa Putar JauhLong Weekend May Day 2026, Wisata Murah di Tasikmalaya Diserbu Warga
Bagi pemudik, informasi soal rekayasa lalu lintas, titik rawan macet, jalur alternatif, hingga layanan darurat tak lagi harus dicari dengan bertanya langsung. Semua bisa hadir dalam hitungan detik melalui layar.
Polresta Bandung dinilai berhasil memainkan dua peran itu sekaligus mengamankan jalan raya dan menjaga arus informasi.
