JABAR EKSPRES – Penutupan Bundaran Pangdam di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menuai keluhan dari pengendara ojek online (ojol) hingga pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Sebelumnya, Bundaran Pangdam menjadi salah satu akses penting yang kerap digunakan pengendara untuk menuju Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor maupun kawasan sekitarnya.
Bundaran tersebut resmi ditutup oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang sejak Rabu (3/6/2026) dini hari. Akibatnya, pengendara yang melintas dari Jalan Raya Jatinangor menuju Jalan Ir Soekarno maupun sebaliknya kini harus memutar arah melalui jalur lain.
Baca Juga:Usai Kepastian Hukum, Farhan Ajak Semua Pihak Fokus Bangun BandungPemotor Tewas Usai Tabrak Truk Mogok di Gunung Putri Bogor
Salah seorang pengemudi ojol, Ari yang akrab disapa Bowo, menilai penutupan bundaran tersebut mempersulit mobilitas para pengendara.
“Biasanya kami lewat ini kalau nganterin customer, kadang ada juga yang pesen buat minta dianter ke tempat fotocopy di area sini,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (4/6/2026).
Dishub Kabupaten Sumedang sebelumnya menyebutkan terdapat sekitar 600 pelanggaran lalu lintas setiap hari di kawasan Bundaran Pangdam. Pelanggaran tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Meski demikian, Bowo menilai mayoritas pelanggaran seperti melawan arus atau menyeberang jalur nasional bukan dilakukan oleh pengemudi ojol.
“Yang sering melanggar itu kebanyakan mahasiswa. Kalau kami dari ojol berusaha tetap mengikuti aturan,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa rekan sesama pengemudi ojol bahkan kerap mengingatkan pengguna jalan agar tidak melawan arus maupun menyeberang sembarangan.
Menurut Bowo, penutupan bundaran membuat jarak tempuh menjadi lebih jauh karena pengendara harus mencari titik putar balik. Selain itu, ia mengaku tidak menerima informasi sebelumnya terkait kebijakan tersebut sehingga sempat mengalami kendala saat melayani pelanggan.
Baca Juga:Kesal Tak Bertemu Pengacara, Pria di Taraju Ngamuk hingga Dobrak Rumah dan Rusak PropertiKomisaris Pertamina Sidak SPBU di Bali, Pastikan Stok BBM dan Pelayanan Sesuai Standar
“Terkendala juga. Kadang saya harus menunggu di pinggir jalan saat pelanggan membeli makanan atau mengurus fotokopi karena aksesnya jadi lebih sulit,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan para pelaku usaha di sekitar Bundaran Pangdam. Mereka mengaku terdampak langsung akibat berkurangnya arus kendaraan yang melintas.
Salah satunya adalah Tri Hendrianto, pemilik warung nasi yang berada tidak jauh dari lokasi. Ia mengaku tidak menerima sosialisasi maupun pemberitahuan sebelum penutupan dilakukan.
