Pemkot Cimahi Kejar Nol Anak Putus Sekolah, Ngatiyana: Pendidikan Harus Merata

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat memimpin apel Peringatan Hardiknas di Pemkot Cimahi (Mong)
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat memimpin apel Peringatan Hardiknas di Pemkot Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mempertegas komitmennya dalam menuntaskan persoalan anak putus sekolah melalui pendekatan aktif “jemput bola”. Upaya ini dilakukan agar setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala biaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, Senin (4/5/2026).

Program jemput bola itu melibatkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta pihak distrik yang turun langsung ke lapangan. Mereka menyisir wilayah untuk mencari anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal.

Baca Juga:Kandang Ayam di Ciseeng Terbakar, 150 Ribu Ekor Mati hingga Rugi Rp15 MiliarGubernur Ahmad Luthfi Peringati Hardiknas di SMKN 1 Kedawung Sragen, Inilah Alasannya

Dari hasil pendataan tersebut, sejumlah anak telah terjaring dan kini mengikuti pendidikan kesetaraan melalui PKBM, seperti Paket A, Paket C, dan program lainnya.

Ngatiyana menegaskan, persoalan biaya tidak boleh lagi menjadi alasan bagi anak untuk berhenti sekolah. Pemerintah, kata dia, siap hadir membantu masyarakat kurang mampu.

“Kita jemput kenapa permasalahannya, kalau masalah biaya Pemerintah Kota Cimahi juga membantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Tetap harus sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama program ini adalah memastikan tidak ada lagi anak di Cimahi yang putus sekolah akibat faktor ekonomi.

“Pemkot ingin pendidikan di Cimahi menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, terutama bagi keluarga prasejahtera,” tegas Ngatiyana.

Lebih jauh, Pemerintah Kota Cimahi menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Peningkatan kualitas SDM dinilai krusial agar melahirkan generasi yang cerdas dan mampu bersaing.

Menurut Ngatiyana, pendekatan jemput bola dinilai efektif karena langsung menyasar akar persoalan di lapangan. Kolaborasi dengan PKBM dan perangkat distrik juga membuat pendataan lebih akurat serta penanganan menjadi lebih cepat.

Baca Juga:Polemik Penebangan Pohon Picu Aksi Warga Sentul City, WALHI Soroti Dugaan PelanggaranAussieBanget Corner Hadir di Telkom University, Dubes Rod Brazier Dorong Kolaborasi Pendidikan RI–Australia

“Menurutnya, program jemput bola dinilai efektif karena langsung menyasar akar persoalan di lapangan. Dengan menggandeng PKBM dan perangkat distrik, pendataan anak putus sekolah menjadi lebih akurat dan penanganannya lebih cepat,” ujar Ngatiyana.

Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan anak yang tidak bersekolah.

“Kolaborasi pemerintah dan warga diharapkan mampu menuntaskan angka putus sekolah dan mewujudkan Cimahi sebagai kota yang peduli pendidikan untuk semua,” tandas Ngatiyana. (Mong)

0 Komentar