JABAR EKSPRES – Mumsikah Choyri Diyanah adalah salah satu pelau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bandung. Berkat ketekunannya, ia berhasil membawa kerajinan bambu Jawa Barat untuk sentuh pasar global.
Perempuan berkerudung itu tinggal di salah satu gang sempit tepat di barat Lapangan Tegallega. Rumahnya standar, tidak luas tidak juga sempit. Tapi yang jelas rumahnya penuh sesak dengan aneka kerajinan bambu.
Produk bambu dalam aneka bentuk itu menggunung dari teras rumah, ruang tamu, hingga lantai dua rumah. Itu adalah buah karya tangan kreatif para perajin bambu Jawa Barat. Di bawah brand Kawung Asli, aneka bambu itu dipasarkan hingga tembus pasar global.
Naluri Pemberdaya
Baca Juga:Dorong UMKM Melek Bisnis dan Pangan, Anggota DPR: Jangan hanya Jualan!Perkuat Penawaran Global, Purbaya Buka Peluang China Terbitkan Obligasi di Indonesia
Kisah itu dimulai pada sekitar 2020 lalu. Diyanah awalnya bukanlah seorang pelaku usaha. Namun ia adalah seorang pemberdaya. Ia menjadi tenaga ahli pendamping di beberapa instansi yang tugasnya melakukan pemberdayaan masyarakat.
Perannya adalah mendampingi kelompok masyarakat agar berdaya. Dari merintis, membangun ekosistem hingga kelompok masyarakat itu tumbuh dan berdaya. “Di 2019, ditugaskan di Kabupaten Garut. Kemudian dipindahkan ke Sukabumi,” katanya saat ditemui, Senin (20/4).
Namun pindah tugas ke Sukabumi itu membuatnya cukup berat. Karena waktu itu Diyanah juga tengah menjalani kuliah S2 di Kota Bandung. Sehingga dengan terpaksa ia memutuskan resign dari pemberdaya. “Agak susah jika harus bolak-balik Bandung-Sukabumi,” cetusnya.
Selepas resign sebenarnya Diyanah masih diminta beberapa kali menjadi seorang pembicara dalam program-program pelatihan. Namun kala itu situasi makin tak mendukung. Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang dibatasi. Sehingga beberapa kegiatan pelatihan tak bisa dijalani.
Di tengah masa sulit itu, Diyanah memutuskan untuk merintis usaha sendiri. Ia mendirikan Kawung Asli. Itu juga dorongan dari suami tercintanya. “Kerja jadi pemberdaya kan punya banyak relasi. Terus juga mendorong masyarakat untuk mandiri. Kenapa tidak coba memulai sendiri,” tiru Diyanah menyampaikan motivasi suaminya.
Peluang dan Tantangan Kerajinan Bambu
Diyanah menangkap peluang dan tantangan usaha di bidang kerajinan, khususnya bambu. Itu berdasarkan pengalamannya saat melakukan pembinaan di Kabupaten Garut.
