Yayasan SPPG di Sumedang Klaim Kehilangan Kendali Akun Maker, Oknum BGN Ambil Alih dan Kuras Dana MBG?

Yayasan SPPG di Sumedang Klaim Kehilangan Kendali Akun Maker, Oknum BGN Ambil Alih dan Kuras Dana MBG?
Ilustrasi: Sauana SPPG di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. (DOK. Yayasan Nurul Huda Conggeang)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Nurul Huda Conggeang, Kabupaten Sumedang, diduga dikuras oleh oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pihak Yayasan Nurul Huda Conggeang mengaku, kehilangan kendali atas akun maker yang digunakan untuk mengakses dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dugaan, akun tersebut telah diambil alih secara ilegal oleh pihak lain, sehingga dana yang tersimpan dalam rekening virtual yayasan dapat digunakan tanpa persetujuan pengurus.

Baca Juga:SPPG di Sumedang Kebanyakan, Diduga Ada Pola ProyekMenu MBG Diduga di Bawah Standar hingga Dugaan Markup, SPPG Sindanggalih 3 Sumedang Jadi Sorotan

Ketua Umum Yayasan Nurul Huda Conggeang, Eka Anugrah mengatakan, dugaan pengambilalihan akun terjadi pada 13 dan 15 April 2026.

“Akun maker yang terhubung dengan sejumlah SPPG di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sumedang tidak lagi berada dalam kendali yayasan,” katanya, Jumat (5/6/2026).

Mengetahui adanya kejanggalan, Eka pun menuding, terdapat keterlibatan oknum di lingkungan BGN dalam proses pengambilalihan akun tersebut.

Pihak Yayasan Nurul Huda Conggeang mengklaim, jika pihak yang mengambil alih akun maker itu menggunakan dokumen laporan khusus, yang ditujukan kepada sejumlah kepala SPPG sebagai dasar untuk mencabut akses yayasan dan menyerahkannya kepada pihak lain.

“Surat tersebut dijadikan dasar mengambil alih akun maker yayasan dan diberikan kepada pihak lain yang tidak ada kaitan sama sekali dengan Yayasan Nurul Huda Conggeang,” bebernya.

Menurut Eka, sampai saat ini dana yang tersimpan dalam rekening virtual yayasan diduga masih digunakan melalui akun maker yang tak lagi dikuasai oleh pihak yayasan.

“Sampai saat ini uang yang tersimpan di rekening virtual Yayasan Nurul Huda Sumedang diduga dikuras oleh kepala-kepala SPPG dan pengendali akun maker ilegal tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:Dugaan Menu MBG Kadaluwarsa, Pihak SPPG Dilaporkan ke BGN dan Pemda SumedangPakar Nilai MBG Harus Diperketat Kontrol dan Pengawasan, Pemkab Sumedang Peringati SPPG

Eka memaparkan, dalam hal ini pihaknya telah mengirimkan surat kepada sejumlah kepala SPPG untuk memberitahukan dugaan peretasan akun, sekaligus meminta agar tidak menyetujui transaksi belanja maupun pencairan dana dari rekening virtual milik yayasan.

“Namun, surat tersebut belum mendapat respons,” paparnya..

Eka juga mengungkan, operasional sejumlah SPPG saat ini masih berjalan menggunakan dana yang berasal dari rekening virtual Yayasan Nurul Huda Conggeang, melalui pengajuan yang dilakukan oleh pihak yang disebutnya sebagai pengendali akun maker ilegal.

0 Komentar