Dari Gang Sempit, Kawung Asli Bawa Kerajinan Bambu Sentuh Pasar Global

Dari Gang Sempit, Kawung Asli Bawa Kerajinan Bambu Sentuh Pasar Global
Diyanah menunjukkan berbagai produk kerajinan bambu karya Kawung Asli. Dengan desain kekinian, kerajinan bambu naik kelas ke pasar dunia. (Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ia menyadari bahwa potensi bambu di Jawa Barat cukup besar. Ada puluhan jenis dengan berbagai keunikannya tumbuh di Jawa Barat. Termasuk populasinya yang cukup besar.

Lalu, perajin bambu di Jawa Barat juga tidak sedikit. Tapi dari sisi produk yang dihasilkan cenderung monoton. Mereka kesulitan untuk beralih ke produk-produk yang lebih kekinian. Termasuk persoalan pemasaran yang cukup menyulitkan.

Karena itulah, Diyanah akhirnya bermitra dengan para perajin bambu. Ia memoles produk-produk bambu agar lebih kekinian mengikuti permintaan pasar. Lalu memasarkannya ke segmen yang lebih luas.

Baca Juga:Dorong UMKM Melek Bisnis dan Pangan, Anggota DPR: Jangan hanya Jualan!Perkuat Penawaran Global, Purbaya Buka Peluang China Terbitkan Obligasi di Indonesia

“Kalau selama ini kan produk bambu hanya bentuk besek dan beberapa anyaman lain. Tapi belum ada sentuhan kekinian. Mereka (perajin.red) juga sulit dalam pemasaran,” tuturnya.

Sulap Jadi Produk Unik Kekinian

Setidaknya ada 15 sampai 20 perajin bambu yang kini menjadi mitra Kawung Asli. Mereka berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Tasikmalaya, Garut dan Kabupaten Bandung.

Diyanah mendorong perajin untuk kreatif. Ia menyodorkan desain-desain produk bambu kekinian untuk diproduksi. Tujuannya untuk meningkatkan daya jual dan mengikuti permintaan pasar.

Misalnya bambu dibuat jadi tempat tisu, tas hampers, tas jinjing, nampan, tumbler, hingga keranjang bulat yang kini jadi produk terbaru. Termasuk melayani berbagai produk custom. “Kami redesain. Dari hanya besek jadi produk premium. Pokoknya perajin harus kreatif,” jelasnya.

Biasanya selain menyodorkan desain, Kawung Asli juga membantu dari sisi modal. Kemudian perajin membeli bahan baku di sekitarnya lalu memproduksinya.

Setelahnya, produk jadi itu dipasarkan Kaung Asli. Harga produk itu beragam. Tergantung dari ukuran, bahan baku dan tingkat kesulitan pembuatan “Secara harga tentu lebih bersaing. Perajin juga tidak tergantung pada tengkulak,” katanya.

Omset Jutaan, Tembus Pasar Global

Usaha yang dijalani Diyanah itu tumbuh berlahan tapi pasti. Dimulai dari usaha yang dilakoni sendiri, kini telah mempekerjaan sekitar 4 karyawan di rumahnya.

Baca Juga:Terjepit! Kelas Menengah Paling Terdampak Naiknya Harga LPG NonsubsidiRI dan Polandia Jalin Kerja Sama, Perkuat Aliansi Pertanian di Tengah Ketidakpastian Global 

Mereka membantu berbagai proses dapur usaha Kawung Asli. Mulai dari pengemasan hingga pengiriman. Termasuk admin marketplace yang menjadi ladang pemasaran produk.

0 Komentar