PBN Audiensi ke Pemkot Banjar, Perkuat Gerakan Pojok Baca Berbasis Pesantren

Pemerintah Kota Banjar menerima audiensi dari Perwakilan Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Cabang Kota Banjar
Pemerintah Kota Banjar menerima audiensi dari Perwakilan Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Cabang Kota Banjar di Pendopo Banjar, Jumat (17/4/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Banjar menerima audiensi dari Perwakilan Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Cabang Kota Banjar. Pertemuan berlangsung pada Jumat, (17/4/2026), di Pendopo Banjar.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, dan Wakil Wali Kota Banjar.

Dari PBN Cabang Kota Banjar, hadir Ketua PBN, Dr. Ogi Lesmana, salah seorang Pembina PBN, H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, serta jajaran pengurus inti lainnya.

Baca Juga:Tekankan Ekonomi Kerakyatan, Ahmad Luthfi Minta Bank Jateng Prioritaskan KUR Diduga Alami Gangguan Jiwa, Mahasiswa di Dramaga Bogor Bacok Bibinya Usai Salat Subuh

Dalam audiensi itu, perwakilan PBN menegaskan pentingnya dukungan dari Pemerintah Kota Banjar untuk membangun ekosistem literasi.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui program Pojok Baca yang akan dikembangkan di sekolah, madrasah, pondok pesantren, serta berbagai ruang sosial masyarakat.

“Pojok Baca Nahdliyin merupakan inisiatif perpustakaan mini berbasis komunitas dan pesantren. Program ini bertujuan meningkatkan minat baca, literasi, serta wawasan keilmuan generasi muda Nahdliyin. Gerakan ini mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dengan budaya membaca. Selain itu, program ini juga mendorong sikap toleransi, inklusivitas, dan cinta tanah air,” kata Dr Ogi Lesmana.

Konsep Pojok Baca dirancang sebagai perpustakaan mini yang ditempatkan di sudut kelas, lingkungan pesantren, ruang publik desa, hingga dinas.

Penempatan strategis ini bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Koleksi buku yang disediakan mencakup literatur keagamaan, buku umum, cerita anak, hingga kamus.

Keberadaan koleksi tersebut tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat karakter dan akhlak generasi muda.

“Gerakan Pojok Baca Nahdliyin dijalankan secara partisipatif. Pengumpulan buku dilakukan secara mandiri oleh aktivis dan masyarakat. Pendekatan ini merupakan bentuk gerakan literasi berbasis gotong royong. Kami berharap gerakan ini mampu menjawab tantangan rendahnya minat baca. Di sisi lain, program ini juga menciptakan ruang diskusi positif di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar

Dalam audiensi tersebut, pihak PBN juga menyampaikan rencana peluncuran atau launching PBN di Kota Banjar. Kegiatan launching dijadwalkan pada 25 April 2026. Rencana ini menjadi tindak lanjut dari komunikasi awal dengan pemerintah kota.

Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menyampaikan dukungannya terhadap program Pojok Baca Nahdliyin. Pemerintah Kota Banjar akan menghubungkan PBN dengan instansi terkait. Langkah ini dilakukan guna mempercepat implementasi program di lapangan.

0 Komentar