Jelang Porprov 2026, Pemkot Bandung  Bakal Revitalisasi Stadion Tenis Taman Maluku 

Jelang Porprov 2026, Pemkot Bandung  Bakal Revitalisasi Stadion Tenis Taman Maluku 
Warga bermain tenis di Lapang SOR Tenis Maluku, Jalan Maluku, Kota Bandung, Rabu (8/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung mulai mempercepat pembenahan sejumlah fasilitas olahraga menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah revitalisasi Stadion Tenis Taman Maluku yang dinilai belum optimal dari sisi infrastruktur.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pembenahan sarana olahraga menjadi langkah strategis untuk mendukung kesiapan daerah sebagai tuan rumah sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet.

Menurutnya, Stadion Tenis Taman Maluku memiliki nilai historis sekaligus potensi besar sebagai pusat pengembangan tenis di Kota Bandung. Namun, kondisi saat ini masih memerlukan sejumlah perbaikan, terutama pada bagian tribun penonton, area parkir, hingga penataan kawasan sekitar.

Baca Juga:Tak Cukup Edukasi, Pemkab Bandung Siapkan Penegakan Hukum Atasi Sampah Liar di Pinggir JalanIBL All-Star 2026 Guncang Bandung, Kolaborasi Basket, Musik, dan Kreativitas Jadi Satu Panggung

“Stadion ini punya nilai penting, tapi memang perlu penataan ulang agar lebih representatif, baik untuk pembinaan maupun penyelenggaraan pertandingan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga menyoroti pembenahan fasilitas olahraga lain, seperti Lapangan Lodaya yang akan diproyeksikan sebagai tempat latihan cabang olahraga softbol. Sejumlah aspek yang akan diperbaiki meliputi kondisi lapangan, pagar pembatas, hingga sistem pencahayaan.

Farhan menjelaskan, percepatan revitalisasi ini tidak lepas dari kondisi di mana pemerintah provinsi tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan infrastruktur olahraga pada Porprov 2026. Dengan demikian, tanggung jawab tersebut sepenuhnya berada di pemerintah daerah.

Situasi ini, kata dia, menuntut adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah kota, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta pengurus cabang olahraga agar seluruh kebutuhan teknis maupun anggaran dapat terpenuhi tepat waktu.

Selain fokus pada infrastruktur, Pemkot Bandung juga mulai mengarahkan pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan. Dukungan dari perguruan tinggi seperti Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung akan dimaksimalkan, terutama dalam penerapan sport science untuk meningkatkan performa atlet.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembinaan tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga berbasis riset dan data yang terukur.

Farhan menegaskan, target utama dari seluruh upaya ini adalah peningkatan prestasi atlet sebagai hasil dari proses pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga:Isu Jual Beli Jabatan Melebar, Bupati Bogor Pastikan Proses Internal Bergerak Tanpa Ekspos PublikBupati Bandung Teken MoU PSEL, Era Baru Pengelolaan Sampah Dimulai

“Prestasi itu bukan sesuatu yang instan. Ada proses panjang, mulai dari latihan, dukungan keluarga, hingga fasilitas yang memadai. Semua itu harus berjalan seimbang,” katanya.

0 Komentar