Isu Jual Beli Jabatan Melebar, Bupati Bogor Pastikan Proses Internal Bergerak Tanpa Ekspos Publik

Isu Jual Beli Jabatan Melebar, Bupati Bogor Pastikan Proses Internal Bergerak Tanpa Ekspos Publik
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, angkat bicara terkait mencuatnya dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menyeret sejumlah ASN. FOTO: Dzihar/Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, angkat bicara terkait mencuatnya dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang menyeret sejumlah ASN.

“Kami menindaklanjutinya, tidak kami expose, inilah wujud keseriusan kami, jadi apapun yang disampaikan, kami bisa menindaklanjutinya secara langsung,” ujarnya, Selasa (7/4/26).

Rudy menyebut, penanganan kasus tersebut dilakukan secara internal tanpa diekspos ke publik guna menjaga proses pemeriksaan tetap objektif.

Baca Juga:Parkir Liar Rp50 Ribu di Stadion Pakansari Viral, Pemkab Bogor Gerak Cepat Bentuk SatgasSiapkan Zona Khusus PKL Malam di Jalan Sudirman, Pemkot Bogor Bakal Kenakan Retribusi Pedagang 

“Maka beberapa berita yang beredar sebelumnya terkait jual beli jabatan, kami ingin menghadirkan pemerintahan hari ini Rudy Susmanto, Pak Ade Ruhandi ingin menghadirkan pemerintahan yang sehat, yang bersih,” tegas dia.

Kemudian, kata Rudy, sejak sebulan lalu Inspektorat (Irban V) telah diminta untuk menelusuri setiap laporan yang masuk terkait dugaan tersebut.

“Apabila ditemukan tindak pidana, kami minta ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum yang lain,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahman menyebut bahwa jumlah saksi yang diperiksa bertambah dari 4 menjadi 12 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurutnya, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Dari hasil penelusuran sementara, kasus ini diduga melibatkan seorang ASN yang menjabat sebagai pejabat fungsional.

Kata Arif, oknum tersebut diduga menawarkan jabatan strategis di tingkat kecamatan kepada sesama ASN.

Baca Juga:Pedagang Plastik di Bogor Tercekik Kenaikan Harga, Sebut Omzet Menurun Rehabilitasi Tahap 2 Stadion Pajajaran Bogor Difokuskan ke Tribun, Target Rampung November 2026 

“Atas tawaran oknum ASN tersebut maka beberapa orang itu memberikan uang secara bertahap kepada oknum yang dimaksud mulai bulan Januari,” ujar Arif, Senin (6/4/26).

Reporter: Dzihar

0 Komentar