JABAR EKSPRES – Harga plastik putih (bening) dan merah di Pasar Jambu Dua Kota Bogor terpantau melonjak dari Rp35-37 ribu per bal menjadi sekitar Rp50 ribu.
Arifin (40), pedagang plastik belasan tahun, mengatakan kenaikan ini sudah mulai terasa sejak Ramadan, namun lonjakan paling tinggi terjadi setelah Lebaran hingga detik ini.
“Kenaikannya itu bukan cuma satu ukuran, tapi semua ukuran plastik putih sama merah ikut naik per bal-nya. Bahkan mencapai sekitar 25 persenan lah,” ujar Arifin saat ditemui di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Senin (6/4/2026).
Baca Juga:RAYA CITY ESCAPE: Pengalaman Menginap Lebih Lama di DE BRAGA BY ARTOTELDiduga Ada Tambang Ilegal dan Penyerobotan Lahan, Warga Kuningan Mengadu ke Bale Pananggeuhan
Ia menjelaskan bahwa stok plastik diperoleh dari agen atau pemasok. Setiap hari, agen memberikan informasi harga terbaru, yang hingga kini terus berubah.
“Dari agen memang selalu diinformasikan harganya. Sampai saat ini, harganya memang terus naik,” katanya.
Kenaikan harga tersebut pun akhirnya berdampak langsung pada penjualan. Arifin menyebut terjadi penurunan omzet sekitar 15 persen karena banyak pelanggan mengeluhkan harga yang semakin tinggi.
Beberapa pelanggan disebutnya tetap membeli, tetapi jumlahnya menurun, bahkan sebagian pedagang es memilih mengurangi pembelian plastik.
Ia juga mengatakan bahwa pendapatan, yang seharusnya menjadi keuntungan bersih, kini berkurang karena harus digunakan sebagai modal untuk membeli stok plastik akibat kenaikan harganya.
“Omzet sudah pasti turun. Banyak pembeli yang mengeluh. Pelanggan yang jual es gitu gitu juga mereka pada bingung, kalau mereka naikkan harga jual takut sepi, tapi kalau gini teru ga ada untungnya,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Herman (52), pedagang plastik yang telah menjalani usaha selama 19 tahun.
Baca Juga:Halal Bihalal IPPU Jabar 2026 di Bandung: Pererat Silaturahmi, Bangkitkan Peran Strategis PensiunanPerkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Ia menyampaikan bahwa kenaikan harga paling sangat terasa pada plastik putih dan merah, baik yang dijual per bal maupun dalam berbagai ukuran.
“Sekarang yang paling terasa itu plastik putih sama merah. Mau ukuran kecil atau besar, semua ukuran lah ikut naik cukup tinggi,” kata Herman.
Menurutnya, kondisi ini pun membuat pedagang berada di posisi sulit karena harus menyesuaikan harga jual di tengah daya beli pelanggan yang menurun.
