JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung sebut jika arus balik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan, khususnya kendaraan yang menuju wilayah Bandung.
Berdasarkan data laporan arus lalu lintas hingga H+3 Lebaran, pada periode 25 Maret 2026, peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak H+1 dan mencapai puncaknya pada H+2.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi mengatakan, pada periode arus balik Lebaran 2026, tercatat jumlah kendaraan menuju Bandung sejak H+1 mencapai 148.266 kendaraan.
Baca Juga:Lonjakan Arus Balik Sudah Lewat, Dishub Kabupaten Bandung Klaim H+6 Jadi Puncak Kedua Arus Balik 2026 Memuncak, Lebih dari 24 Ribu Penumpang Tiba di Bandung via Kereta Api
“Kemudian meningkat menjadi 149.030 kendaraan pada H+2,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (26/3/2026).
Dijelaskan Ruddy, angka ini mengalami kenaikan cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025, masing-masing sebesar 46,02 persen dan 41,54 persen.
Sementara itu, pada H+3 terjadi penurunan volume kendaraan menjadi 46.323 kendaraan, meski tetap lebih tinggi 25,73 persen dibandingkan tahun 2025 lalu.
“Penurunan ini mengindikasikan arus balik mulai mereda setelah puncak pergerakan terjadi sehari sebelumnya,” jelasnya.
Secara kumulatif, ucap Ruddy, total kendaraan yang melintas selama periode H-7 hingga H+3 tahun 2026 mencapai 1.752.090 kendaraan, meningkat sekitar 6,48 persen dibandingkan tahun 2025.
“Adapun kendaraan yang mendominasi arus balik masih didominasi oleh sepeda motor dan kendaraan ringan,” ucapnya.
Komposisinya mencapai sekitar 58 sampai 59 persen sepeda motor, 39 hingga 41 persen kendaraan ringan, dan hanya sekitar 1sampai 2 persen kendaraan berat.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran, Lonjakan Penumpang Kereta di Bandung Belum SurutArus Balik Terminal Cicaheum Mulai Bergerak, 836 Penumpang Tiba di Bandung
Di sisi lain, arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut/Tasik pada periode arus balik justru menunjukkan tren penurunan.
“Pada H+1 dan H+2, jumlah kendaraan masing-masing tercatat 87.540 dan 76.105 kendaraan, turun dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Ruddy.
Dengan pola tersebut, menurutnya dapat disimpulkan bahwa arus balik Lebaran 2026 terkonsentrasi pada dua hari utama, yakni H+1 dan H+2, dengan dominasi pergerakan kendaraan menuju Bandung.
“Kepadatan lalu lintas mulai berangsur normal memasuki H+3, seiring menurunnya volume kendaraan di sejumlah jalur utama,” pungkas Ruddy. (Bas)
