JABAR EKSPRES – Volume penumpang kereta api di wilayah operasional Daop 2 Bandung masih tinggi hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Arus keberangkatan dan kedatangan pada Senin, 23 Maret, dan Selasa, 24 Maret 2026 menunjukkan mobilitas masyarakat yang belum surut pada periode arus balik.
Berdasarkan data Daop 2 Bandung, jumlah penumpang yang berangkat pada Senin tercatat sebanyak 27.290 orang. Adapun pada Selasa, angka keberangkatan telah mencapai 24.712 penumpang dan diperkirakan terus bertambah hingga malam hari.
Tingginya angka tersebut mencerminkan pergerakan masyarakat yang masih berlangsung, baik untuk kembali ke kota asal maupun melanjutkan aktivitas pascalibur Lebaran.
Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!
Tidak hanya keberangkatan, arus kedatangan juga menunjukkan tren serupa. Pada Senin, sebanyak 27.031 penumpang tercatat tiba di sejumlah stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Sementara itu, hingga Selasa siang, jumlah kedatangan mencapai 24.103 penumpang.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya volume penumpang ini menjadi indikator bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat pada masa arus balik.
“Kami melihat antusiasme masyarakat tetap tinggi pada masa arus balik ini,” ujar Kuswardojo secara tertulis diterima Jabar Ekspres, Rabu (25/3).
Dia menambahkan, KAI Daop 2 Bandung terus berupaya menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan penumpang.
“KAI Daop 2 Bandung terus berupaya memberikan layanan terbaik agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” katanya.
Secara kumulatif, tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi ini juga tercermin dari penjualan tiket selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026, tercatat sebanyak 351.252 tiket telah terjual dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan.
Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan
“Tingkat okupansi mencapai 101,6%,” kata Kuswardojo.Menurut dia, angka okupansi yang melampaui kapasitas tersebut dipengaruhi oleh pola perjalanan dinamis penumpang.
“Tingkat okupansi yang melebihi 100% tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujarnya.
“Sekaligus adanya pola perjalanan dinamis seperti penumpang parsial (naik-turun di stasiun antara) yang memungkinkan optimalisasi kapasitas tempat duduk,” sambung Kuswardojo.
Tingginya mobilitas ini memperlihatkan bahwa arus balik belum sepenuhnya mereda. Banyak pemudik memilih kembali secara bertahap, sehingga kepadatan penumpang masih terjadi dalam beberapa hari setelah Lebaran.
