Kunjungan Wisatawan Pangandaran Membeludak, Puluhan Anak Terpisah dari Orang Tua di Pantai Barat

Kunjungan Wisatawan pada hari ketiga libur Lebaran 1447 H memicu situasi darurat di kawasan objek wisata Panta
Kunjungan Wisatawan pada hari ketiga libur Lebaran 1447 H memicu situasi darurat di kawasan objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat. 
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lonjakan drastis Kunjungan Wisatawan pada hari ketiga libur Lebaran 1447 H memicu situasi darurat di kawasan objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Sedikitnya 40 anak dilaporkan terpisah dari orang tua mereka di tengah lautan manusia yang memadati garis pantai sejak Selasa (24/3/2026).

Petugas gabungan kini bekerja ekstra keras untuk menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah di tengah kepadatan ekstrem tersebut.

Baca Juga:Kunjungan Wisatawan ke Ciwidey dan Pangandaran Tembus Titik KulminasiRibuan Keluarga Kunjungi Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Sukabumi

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, mengonfirmasi bahwa mayoritas laporan yang masuk ke pos pengamanan berasal dari orang tua yang kehilangan jejak anak-anak mereka saat beraktivitas di tepi pantai.

Keramaian yang mencapai puncaknya pada Selasa siang ini menjadikan pengawasan mandiri oleh keluarga sebagai tantangan berat.

Upaya Penyelamatan dan Pencarian Intensif

Menurut AKBP Ikrar Potawari, sistem pengeras suara di sepanjang pantai menjadi instrumen vital dalam proses pencarian.

Petugas secara berkala mengumumkan identitas serta ciri-ciri fisik anak yang dilaporkan hilang berdasarkan data dari posko pengaduan.

“Tingginya angka Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran mengakibatkan banyaknya laporan anak terpisah. Alhamdulillah, mayoritas laporan yang masuk berhasil kami tangani, dan anak-anak tersebut telah kembali ke pelukan keluarga setelah identitas mereka diumumkan melalui pengeras suara di setiap pos,” ujar AKBP Ikrar Potawari di Pantai Barat Pangandaran.

Meskipun sebagian besar kasus berhasil diselesaikan dalam hitungan jam, beberapa insiden masih memerlukan pencarian intensif. Salah satu laporan yang menonjol melibatkan wisatawan asal Cimati bernama Rohansah.

Ia melaporkan adiknya, Rizal (16), yang hilang di sekitar Pos 3 Pantai Barat saat sedang berenang bersama keluarga.

Baca Juga:Kritik Kebijakan Kompensasi Pemungut Koin di Jalur Pantura: Solusi Nyata atau Sekadar Pencitraan?Kayuhan Lelah yang Berujung Berkah, Ketika Nazar Sang Kombes Memuliakan Ayah Tangguh

“Tadi kami sedang berenang di depan Pos 3. Rizal pergi mencari adiknya yang kedua, namun saat adiknya yang kedua sudah kembali, Rizal justru tidak kunjung muncul ke tepian.

Saat ini kami masih melakukan pencarian dibantu petugas patroli,” ungkap Rohansah dengan nada khawatir.

Sinergi Petugas Gabungan di Lini Depan

Menanggapi fenomena ini, kekuatan personel di lapangan ditingkatkan secara masif. Petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, hingga Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) dikerahkan untuk melakukan patroli jalan kaki di sepanjang bibir pantai.

0 Komentar