Jelang Lebaran, Geliat Pasar Cimol Gedebage Turun Dibanding Tahun Lalu

Jelang Lebaran, Geliat Pasar Cimol Gedebage Turun Dibanding Tahun Lalu
Sejumlah pembeli nampak memilah pakaian di Pasar Cimol Gedebage. (Son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pasar Cimol Gedebage tampak ramai pengunjung jelang Lebaran 2026. Namun, geliatnya belum semenarik tahun lalu.

Pasar di Jalan Soekarno itu merupakan salah satu pusat fashion thrifting atau barang second hand di Kota Bandung.

Di tempat itu terdapat ribuan lapak pedagang yang menjual aneka fashion. Mulai dari baju, kaos, celana, jaket, topi, hingga sepatu.

Baca Juga:Masih Jadi Primadona! Jelang Lebaran, Pasar Cimol Gedebage Dipadati PengunjungJelang Lebaran, Pasar Cimol Gedebage Dibanjiri Pembeli

Para pedagang ada yang berpusat di gedung Pasar Cimol, tapi di depan gedung juga banyak lapak-lapak pedagang.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Cimol Gedebage selalu ramai dikunjungi. Mereka berburu pakaian untuk branded dengan harga miring menyambut Lebaran.

Dari pantauan Jabar Ekspres, keramaian sudah nampak di gerbang masuk pasar. Sejumlah kendaraan mulai dari motor maupun mobil nampak beberapa kali mengantre.

Kemudian saat memasuki Gedung Pasar Cimol, kepadatan nampak jelas. Banyak pembeli yang tengah memilih pakaian ataupun melakukan tawar menawar dengan pedagang.

Para pedagang juga tidak sedikit yang obral diskon. Pakaian dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu dapat tiga.

“Senang aja ke sini. Karena bisa dapat barang branded tapi harga murah. Tapi ya harus pandai memilih,” kata Farida, salah satu pembeli, Rabu (18/3/2026).

Namun di balik keramaian itu ternyata geliatnya belum semenarik tahun lalu. Hal itu diungkapkan Agus yang merupakan salah satu pedagang.

Baca Juga:Ada Suap Rp550 Juta per Kontainer Impor Thrifting? Ini Kata Bos Bea CukaiTolak Legalkan Thrifting, Purbaya: Saya Gak Peduli sama Pedagangnya!

“Wah, parah, ya. Enggak kayak tahun lalu. Tahun lalu mah ramai, sekarang mah parah, kayak sepi,” katanya.

Agus melanjutkan, di momen Lebaran tahun lalu ia bisa mengantongi sampai Rp5 juta sehari. “Sekarang mah untuk Rp2 juta saja susah,” jelasnya.

Namun Agus juga mengakui bahwa terjadi peningkatan pengunjung dibandingkan hari biasa atau di luar momen lebaran. “Mulai ramai itu Selasa pekan lalu,” cetusnya. (son)

0 Komentar