Momen Lebaran dan Nyepi Jadi Simbol Toleransi di Cimahi, Ini Pesan Wakil Wali Kota

Momen Lebaran dan Nyepi Jadi Simbol Toleransi di Cimahi, Ini Pesan Wakil Wali Kota
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Memberikan Keterangan Soal Perayaan Dua Hari Raya Keagamaan yang Berdekatan di Cimahi, Nyepi dan Idul Fitri (Mong)
0 Komentar

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan libur panjang, terutama dengan tetap memperhatikan kenyamanan umat Hindu yang sedang menjalankan ibadahnya.

Perlu diketahui, Hari Raya Nyepi sendiri dikenal sebagai hari hening bagi umat Hindu. Pada hari tersebut, umat Hindu menjalankan empat pantangan utama atau Catur Brata Penyepian, yakni tidak menyalakan api atau cahaya (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), serta tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).

Karena itu, Adhitia mengajak masyarakat untuk memahami makna perayaan tersebut dan turut menghormati umat Hindu yang sedang menjalankan ibadahnya.

Baca Juga:Wakil Wali Kota Cimahi Pastikan Tak Ada WFH untuk Layanan Publik Selama Libur LebaranTak Hanya Pos Terpadu, Pemkot Cimahi Waspadai Titik Kemacetan Baru saat Libur Lebaran

Lebih lanjut, ia menegaskan Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh masyarakat dapat menjaga sikap saling menghormati dan tidak menjadikan momen libur panjang sebagai alasan untuk melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Adhitia juga optimistis suasana Kota Cimahi akan tetap aman dan kondusif selama periode perayaan berlangsung. Menurutnya, selama ini masyarakat Cimahi dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi serta mampu menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Jadi himbauannya kita saling hormati, saling hargai saudara-saudara kita yang merayakan hari nyepi,” tandasnya. (Mong)

0 Komentar