Momen Lebaran dan Nyepi Jadi Simbol Toleransi di Cimahi, Ini Pesan Wakil Wali Kota

Momen Lebaran dan Nyepi Jadi Simbol Toleransi di Cimahi, Ini Pesan Wakil Wali Kota
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Memberikan Keterangan Soal Perayaan Dua Hari Raya Keagamaan yang Berdekatan di Cimahi, Nyepi dan Idul Fitri (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Momentum perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah yang waktunya berdekatan dengan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 menghadirkan suasana yang berbeda di Kota Cimahi.

Dua perayaan keagamaan besar dari umat yang berbeda berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan, sekaligus menjadi cerminan nilai toleransi antarumat beragama yang hidup di tengah masyarakat kota tersebut.

Pemerintah Kota Cimahi menilai situasi ini sebagai kesempatan penting untuk memperkuat semangat saling menghargai di tengah keberagaman.

Baca Juga:Wakil Wali Kota Cimahi Pastikan Tak Ada WFH untuk Layanan Publik Selama Libur LebaranTak Hanya Pos Terpadu, Pemkot Cimahi Waspadai Titik Kemacetan Baru saat Libur Lebaran

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menyambut momen tersebut dengan penuh suka cita. Ia menilai, kedekatan waktu antara Idul Fitri dan Nyepi menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga keharmonisan sosial.

Menurutnya, perayaan Idul Fitri bagi umat Islam dan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu harus menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan serta saling menghormati antarumat beragama.

“Ketika nyepi seperti apa, kita sikapi bersama, lalu kemudian ada rencana kalau ga salah ada pawai ogoh-ogoh,” kata Adhitia, Selasa (17/3/26).

Tradisi pawai ogoh-ogoh yang biasanya digelar menjelang Hari Raya Nyepi memang menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik perhatian masyarakat luas.

Pawai ini merupakan bagian dari rangkaian ritual umat Hindu sebagai simbol pembersihan diri dan alam semesta dari unsur-unsur negatif sebelum memasuki hari hening atau Nyepi.

Adhitia menilai keberadaan tradisi tersebut justru memperkaya warna kebudayaan di Kota Cimahi.

Ia menyebut momen bertemunya dua perayaan keagamaan besar ini sebagai sesuatu yang istimewa sekaligus menjadi identitas kota yang dikenal memiliki masyarakat yang majemuk.

Baca Juga:Jelang Lebaran, Gerakan Pasar Murah di Baleendah Disambut Antusias WargaSatu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia 

“Ini luar biasa, di momen Idul Fitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Itu merupakan daya tarik atau tredmark kota cimahi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan sosial di Cimahi dibangun atas dasar rasa saling menghargai dan menghormati antarwarga, tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

“Itu juga merupakan bentuk bahwa di Cimahi itu saling menghargai dan menghormati. Kita harus sambut dengan suka cita ya,” imbau dia.

Adhitia juga menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.

0 Komentar