Bikers Sundawani Bersinergi Jaga Kondusivitas Bandung Lewat Aksi Sosial Ramadan

Kawasan ikonik Simpang Lima Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, mendadak berubah menjadi lautan atribut hitam pad
Kawasan ikonik Simpang Lima Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, mendadak berubah menjadi lautan atribut hitam pada akhir pekan ini. 
0 Komentar

JABAR ESKPRES – Kawasan ikonik Simpang Lima Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, mendadak berubah menjadi lautan atribut hitam pada akhir pekan ini.

Namun, kehadiran ratusan massa ini bukan untuk unjuk kekuatan, melainkan untuk menebar kasih dalam tajuk “Silih Wangi di Bulan Suci”.

Kolaborasi antara Bikers Sundawani Indonesia dan DPP Sundawani ini berhasil menyatukan semangat otomotif dengan kepedulian sosial, melalui pembagian 500 paket takjil gratis dan santunan kepada puluhan anak yatim di jantung Kota Bandung.

Baca Juga:Nasib Pekerja Gig Indonesia, Antara Inovasi Digital dan Urgensi Perlindungan RegulasiPotensi Zakat Kota Bandung Tembus Rp1,8 Triliun, Baznas Dorong Optimalisasi Penghimpunan dari Sektor ASN

Mengetuk Pintu Langit, Merangkul Sesama

Kegiatan diawali dengan momen menyentuh saat jajaran pengurus pusat dan anggota bersimpuh bersama puluhan anak yatim untuk berdoa bagi keselamatan dan keberkahan Jawa Barat.

Penyerahan santunan tunai serta paket sembako menjadi bukti nyata bahwa keberadaan organisasi ini menitik beratkan pada kemaslahatan umat.

Ketua Umum DPP Sundawani, Iwan Gumelar, S.H. (A Iwonk), menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pengabdian organisasi terhadap masyarakat dan upaya mendukung program pemerintah dalam menjaga jaring pengaman sosial.

“Kami ingin menegaskan bahwa Sundawani hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Di balik jaket dan identitas organisasi ini, ada hati yang tulus untuk merangkul mereka yang kurang beruntung. Anak-anak yatim adalah tanggung jawab kita semua, dan menjaga senyum mereka adalah bagian dari marwah organisasi,” ujar A Iwonk penuh haru.

Sinergi untuk Bandung yang Kondusif

Senada dengan Ketua Umum, Ketua Bikers Sundawani Pusat, Kang Agus Macan, menjelaskan bahwa pemilihan Simpang Lima Asia Afrika sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.

Lokasi ini merupakan simbol interaksi warga dan wisatawan, sehingga aksi ini diharapkan menjadi pesan perdamaian dan ketertiban.

Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi kepada seluruh anggota, terutama generasi muda, bahwa kekuatan sejati ada pada kepedulian.

Baca Juga:Larang Konvoi Malam Takbiran 2026, Polres Bogor Siagakan 5.000 Personel dan 14 Pos PengamananAntisipasi Premanisme, Polres Sumedang Terjunkan 100 Personel Kawal Pencairan THR Buruh PT Kahatex

‘’Kami bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan Bandung tetap kondusif, aman, dan penuh toleransi. Kami ingin menjadikan Simpang Lima sebagai titik temu kebaikan, bukan titik ketegangan,” tutur Kang Agus Macan.

Dukungan Penuh Jajaran DPP dan Panitia

0 Komentar