JABAR EKSPRES – Momentum pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi puluhan ribu pekerja di pabrik tekstil raksasa PT Kahatex mendapat pengawalan ketat dari kepolisian.
Polres Sumedang mengerahkan personel secara masif guna mengantisipasi aksi premanisme dan pemalakan yang kerap mengincar para buruh di sekitar kawasan industri Jatinangor-Cimanggung.
Langkah preventif ini diambil menyusul adanya laporan mengenai kerawanan tindakan kriminalitas saat ribuan pekerja menarik hak tahunan mereka secara bersamaan.
Baca Juga:Baznas Jawa Barat Salurkan 500 Paket Kadedeuh untuk Ojol dan Pengamen1.418 Personel Gabungan Siaga Amankan Kota Bogor Melalui Operasi Ketupat Lodaya
Penjagaan dilakukan untuk menjamin keamanan para buruh dalam melakukan transaksi keuangan baik di perbankan maupun mesin ATM.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan manajemen perusahaan.
Fokus utama pengamanan adalah menciptakan situasi yang tertib agar hak-hak pekerja dapat diterima tanpa gangguan dari pihak luar.
“Hari ini kami bekerja sama dengan PT Kahatex melalui bagian umum perusahaan untuk mengamankan proses pembagian THR. Fokus kami adalah memastikan para pekerja yang sedang menerima haknya merasa aman,” ujar Sandityo saat memantau situasi di kawasan PT Kahatex, Kamis (12/3/2026).
Plotting Personel di Titik Rawan Pemalakan
Dalam operasi pengamanan ini, sedikitnya 100 personel Polres Sumedang diterjunkan ke lapangan. Para petugas tersebut tidak hanya berjaga di gerbang pabrik, tetapi juga disebar ke berbagai titik strategis yang dianggap rawan terhadap aksi pemalakan dan premanisme.
Sandityo menjelaskan, setiap sudut yang berpotensi menjadi lokasi tindakan kriminalitas telah dipetakan.
“Kami melakukan plotting anggota di sekitar kawasan industri, termasuk area parkir, pintu masuk pusat ATM, hingga lokasi-lokasi lain yang digunakan pekerja untuk mencairkan uang tunai,” terangnya.
Baca Juga:Perkuat Ekonomi Lokal, Polres Sumedang dan Ikopin University Garap 8 Hektare Ubi CilembuSindikat Penipuan Online Internasional di Sentul Terbongkar, 13 WNA Jepang Diringkus Imigrasi Bogor
Peningkatan patroli kewilayahan juga dilakukan oleh jajaran Satuan Sabhara dan Satuan Reserse Kriminal untuk memantau pergerakan oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi pencairan THR buruh ini.
Jaminan Keamanan Transaksi Perbankan
Polres Sumedang berkomitmen untuk memberikan rasa aman bagi para buruh dari ancaman intimidasi.
Sandityo mengimbau para pekerja agar segera melaporkan kepada petugas di lapangan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban pemerasan.
“Kami memastikan setiap buruh bisa menarik uang di bank atau ATM tanpa rasa takut diganggu. Anggota kami siaga penuh untuk mencegah premanisme yang memanfaatkan momentum ini,” tegas Kapolres.
