Maraknya begal di Bandung, Tarung Derajat siap bersinergi dengan Pemkot

Tarung Derajat
Ketua Umum Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung, H. Asep Robin, S.H., M.H., dalam kegiatan latihan gabungan Keluarga Olahraga Tarung Derajat, di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu (9/8/2026). (HUMPRO DPRD KOTA BANDUNG)
0 Komentar

BANDUNG – Maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di Kota Bandung menjadi perhatian serius Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat Kota Bandung. Organisasi bela diri ini menyatakan kesiapan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat pencegahan melalui edukasi, pembinaan, serta pelatihan bela diri.

Komitmen itu disampaikan Ketua Umum Pengcab Tarung Derajat Kota Bandung, H. Asep Robin, S.H., M.H., dalam latihan gabungan Keluarga Olahraga Tarung Derajat yang diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai satuan latihan (Satlat) se-Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu (9/8/2026).

Menurut Asep Robin, keberadaan Tarung Derajat tidak hanya untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemampuan bela diri dan kesiapsiagaan menghadapi gangguan keamanan.

Baca Juga:Ramadan Maulana Hattrick, Banteng Jabar Taklukkan Jatim 4-1Harga Daging Ayam di Bandung Tembus Rp42 Ribu, Pedagang Keluhkan Dampak MBG

“Kami tidak ingin membuat provokasi atau menghadirkan keresahan baru. Justru ilmu bela diri yang kami miliki ingin kami kontribusikan untuk membantu menciptakan kondusivitas dan rasa aman di Kota Bandung,” ujarnya.

Asep menekankan, upaya menghadapi begal tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi olahraga, komunitas, dan masyarakat. Dalam konteks itu, Tarung Derajat Kota Bandung membuka peluang memberikan pembekalan dasar bela diri kepada aparat kewilayahan, khususnya petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan stakeholder terkait.

“Kami menitipkan ilmu-ilmu bela diri kepada para Linmas dan stakeholder lainnya. Ini bagian dari kontribusi kami agar mereka memiliki kemampuan dasar menjaga diri dan membantu mengawal kondusivitas Kota Bandung,” katanya.

Ia menegaskan, pembekalan tersebut semata-mata untuk pertahanan diri dan pencegahan, bukan mendorong tindakan main hakim sendiri. Masyarakat perlu mampu menghindari situasi berbahaya, melindungi diri, serta tahu kapan harus meminta bantuan aparat.

“Bela diri bukan berarti mencari lawan. Bela diri adalah bagaimana kita mampu menjaga diri, menghindari konflik, dan menghadapi keadaan darurat secara tepat. Penanganan tindak kriminal tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Latihan gabungan kali ini juga menjadi momentum konsolidasi anggota sekaligus meningkatkan kesiapan atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV pada November 2026.Kepada para atlet, Asep berpesan agar tetap semangat, disiplin, dan percaya diri. “Kita adalah warga Bandung dan Tarung Derajat lahir di Kota Bandung. Mari kita buktikan bahwa kita mampu memberikan prestasi terbaik sekaligus manfaat bagi Kota Bandung,” ujarnya.

0 Komentar