Dongkrak Produksi Peternakan, Pemprov Jabar Salurkan Bibit Ayam dan Mesin Tetas ke KBB

Distribusi bibit ayam petelur
Distribusi bibit ayam petelur
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan produksi sektor peternakan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Salah satunya melalui penyaluran bantuan bibit ayam hingga mesin penetas telur kepada kelompok peternak.

Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah kelompok usaha ternak masyarakat yang dinilai menjadi salah satu ujung tombak pengembangan industri peternakan di KBB. Salah satunya Kelompok Ternak Sauyunan.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi, Ahmad Gufron, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan terdiri dari beberapa jenis.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Bantuan tersebut di antaranya 195 ekor ayam pullet atau ayam petelur siap produksi, 1,4 ton pakan ternak, serta paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK).

“Kami ingin mendukung produktivitas sektor ternak,” katanya dalam keterangan, Selasa (11/8).

Selain bibit ayam dan pakan ternak, Pemprov Jabar juga memberikan bantuan berupa peralatan penunjang pembibitan. Bantuan tersebut terdiri dari satu unit mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir.

“Ini bisa membantu peternak agar usahanya berlanjut,” ujarnya.

Ahmad mengatakan, ratusan ayam pullet tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan populasi ayam petelur, khususnya di wilayah KBB.

Keberadaan ayam petelur tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi anggota kelompok. Sementara itu, dukungan pakan dan OVK diharapkan mampu menjaga kesehatan ternak sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Selain meningkatkan produksi telur konsumsi, penguatan fasilitas pembibitan di tingkat kelompok juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

Dengan adanya mesin tetas setter dan hatcher, Kelompok Ternak Sauyunan didorong untuk mengembangkan usaha pembibitan secara mandiri dan terencana.

Dengan demikian, siklus usaha peternakan dapat terus berjalan. Produksi telur dapat ditingkatkan sekaligus diikuti dengan penetasan bibit baru menggunakan mesin yang telah diberikan.

Baca Juga:193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 MiliarKorban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

Kemandirian pembibitan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan peternak terhadap pasokan bibit dari luar daerah. Di sisi lain, keberadaan fasilitas tersebut juga dapat membantu memastikan ketersediaan bibit unggas berkualitas di tengah masyarakat.

Ahmad menuturkan, pengembangan peternakan rakyat memiliki posisi penting dalam pembangunan sektor peternakan di Jawa Barat. Peternak skala kecil dan kelompok ternak menjadi salah satu motor penggerak ekonomi perdesaan sekaligus ujung tombak penyediaan protein hewani.

0 Komentar