BANDUNG – Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Kota Bandung mencatat potensi zakat di Kota Kembang mencapai angka fantastis sebesar Rp1,785 triliun per tahun.
Namun, dari total potensi tersebut, realisasi penghimpunan dana zakat secara kolektif dari berbagai lembaga resmi baru mencapai sekitar Rp742 miliar.
Wakil Ketua I Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman, menjelaskan bahwa kesenjangan antara potensi dan realisasi ini menjadi tantangan besar bagi tata kelola filantropi Islam di daerah tersebut.
Baca Juga:Larang Konvoi Malam Takbiran 2026, Polres Bogor Siagakan 5.000 Personel dan 14 Pos PengamananAntisipasi Premanisme, Polres Sumedang Terjunkan 100 Personel Kawal Pencairan THR Buruh PT Kahatex
Potensi terbesar diketahui berasal dari zakat uang (zakat mal) yang diprediksi menyentuh angka Rp1,5 triliun.
“Potensi zakat di Kota Bandung jika dihitung keseluruhan mencapai sekitar Rp1,785 triliun. Kontributor paling besar berasal dari zakat uang, sementara sektor lainnya meliputi zakat fitrah sebesar Rp98 miliar, pertanian Rp1,3 miliar, serta peternakan Rp1,11 miliar,” ujar Arif saat memberikan keterangan, Kamis (12/3/2026).
Optimalisasi Zakat di Lingkungan ASN
Hingga saat ini, Baznas Kota Bandung masih menitikberatkan strategi penghimpunan pada kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang memiliki afiliasi dengan lingkungan pemerintahan.
Dengan jumlah pegawai mencapai 15 ribu orang, sektor ASN dinilai sebagai basis donasi yang paling stabil.
Arif menambahkan bahwa angka tersebut belum mencakup potensi dari instansi vertikal lainnya seperti kepolisian, TNI, hingga jajaran di bawah Kementerian Agama.
“Ini menjadi potensi besar yang saat ini sedang kami optimalkan untuk meningkatkan capaian zakat di tingkat kota,” tambahnya.
Pada tahun 2025 lalu, Baznas Kota Bandung secara mandiri berhasil menghimpun dana sekitar Rp33 miliar di luar zakat fitrah yang mencapai Rp55 miliar.
Baca Juga:Baznas Jawa Barat Salurkan 500 Paket Kadedeuh untuk Ojol dan Pengamen1.418 Personel Gabungan Siaga Amankan Kota Bogor Melalui Operasi Ketupat Lodaya
Namun, untuk mengejar target triliunan rupiah, diperlukan jangkauan yang lebih luas ke sektor swasta dan masyarakat umum.
Pentingnya Konsolidasi Antar Lembaga
Saat ini, pengelolaan zakat di Kota Bandung melibatkan setidaknya 20 Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdiri dari tingkat nasional, provinsi, hingga kota.
Arif menekankan bahwa ego sektoral harus dikesampingkan melalui konsolidasi data dan program yang lebih solid.
“Total pengelolaan zakat di seluruh lembaga yang ada saat ini baru sekitar Rp742 miliar. Jika konsolidasi antar lembaga semakin baik, maka pemetaan dan pengumpulan zakat bisa jauh lebih optimal,” jelas Arif.
