JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, mengingatkan generasi muda agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait konflik geopolitik dunia yang saat ini tengah memanas.
Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum kepemimpinan di Auditorium Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan itu, Luhut menyoroti konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang kini menjadi perhatian global.
Menurut Luhut, ketegangan geopolitik tersebut bukan hanya berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga memengaruhi ekonomi global dan rantai pasok dunia.
Baca Juga:ESDM Tahan Produksi Batu Bara Meski Harga Global Naik Akibat Konflik Timur TengahKonflik Timur Tengah Memanas, Bupati Sumedang Kaji Dampaknya hingga ke Daerah
Ia menegaskan bahwa informasi yang disampaikan kepada mahasiswa bukan berdasarkan rumor atau opini semata, melainkan hasil pengolahan data dari Dewan Ekonomi Nasional.
“Jadi jangan basis nya suka tidak suka, atau dengar rumor, atau dengar di sosial media. Jadi apa yang saya sajikan pada anda sebagai mahasiswa adalah data-data yang sudah kami olah,” ujarnya.
Luhut menyebut tingkat ketidakpastian ekonomi global saat ini berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi itu dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari konflik geopolitik, ketegangan perdagangan antarnegara, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar.
Untuk memahami dinamika tersebut, Luhut mengaku terus berkomunikasi dengan berbagai pihak di luar negeri, termasuk pejabat pemerintah dan diplomat Indonesia di beberapa negara.
Ia bahkan sempat berbicara langsung dengan Duta Besar Indonesia di Iran serta koleganya di Washington DC guna memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan konflik yang terjadi.
Dalam paparannya, Luhut juga menyinggung isu kebijakan tarif perdagangan yang pernah diperkenalkan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, yang hingga kini masih menjadi perdebatan global.
“Ini juga menyangkut masalah tarif Trump yang orang ribut di luar, padahal sebenarnya nanti saya jelaskan sedikit tarif ini. Tidak ada yang aneh di sini, hanya membacanya sepotong-sepotong,” kata Luhut.
Baca Juga:Strategi Indonesia Hadapi Konflik Global, Amankan Pasokan Energi dari Luar Timur TengahKonflik Timur Tengah Kian Memanas, UMKM Perlu Waspadai Ini
Ia menegaskan bahwa Indonesia ikut terlibat dalam berbagai proses perundingan terkait kebijakan perdagangan tersebut.
“Kami terlibat langsung dengan perundingan tarif ini, dan saya juga berbicara dengan Menteri Perdagangan Amerika, Willbur Ross beberapa kali, mungkin 5-6 kali, juga zoom dengan dia juga. Jadi kita tahu persis kemana arahnya,” tegasnya.
