JABAR EKSPRES – Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus menjadi perhatian publik global. Situasi tersebut juga dipantau oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga Sumedang yang terdampak langsung oleh konflik di kawasan tersebut.
“Selama ini belum ada laporan (warga Sumedang yang terkena dampak langsung perang di Timur Tengah),” paparnya.
Baca Juga:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 Kecamatan
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sumedang tetap memantau perkembangan situasi global secara cermat.
Menurut Dony, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak luas, terutama pada sektor ekonomi dan energi.
“Kita berharap konflik segera berakhir dan ada solusi damai sehingga tidak berdampak secara global, termasuk kepada Indonesia,” lanjut Dony.
Dony menambahkan, dirinya juga terus mengkaji berbagai kemungkinan dampak tidak langsung yang dapat dirasakan hingga ke tingkat daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi gangguan pada pasokan energi. “Saya juga mengkaji berbagai dampaknya, misalnya soal minyak. Mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan,” ungkap Dony.
Selain itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kemungkinan efek lanjutan terhadap kondisi ekonomi lokal apabila konflik berlangsung dalam waktu lama.
“Lalu bagaimana dampaknya bagi daerah, itu juga menjadi perhatian,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah pusat tentu telah melakukan perhitungan serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang muncul akibat situasi geopolitik global tersebut.
Baca Juga:Hj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKBBupati Bandung Sidak RSUD Bedas Arjasari, Soroti Proyek 'Anggeus Tapi Teu Anggeus'
“Saya pikir pemerintah pusat sudah memikirkan itu. Di manapun posisi kita, harus memahami geopolitik,” bebernya.
Untuk terus memperbarui informasi, Dony mengaku rutin mengikuti perkembangan berita internasional dari berbagai sumber.
Ia menyebut sejumlah media global yang sering ia pantau guna memahami dinamika konflik yang sedang berlangsung.
“Saya membaca berita-berita internasional, lihat Al Jazeera, CNN, di samping berita nasional, agar kami bisa mengantisipasi di daerah,” imbuhnya.
Terkait keberangkatan jamaah umrah, Dony menyebut telah ada imbauan dari Kementerian Agama Republik Indonesia agar masyarakat menunda perjalanan ke Tanah Suci selama situasi konflik masih berlangsung.
