JABAR EKSPRES – Tumpukan limbah yang dibuang di wilayah Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipastikan bukan berasal dari sisa batu bara.
Hasil analisa awal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat mengindikasikan material tersebut merupakan serat limbah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri tekstil.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan, mengatakan petugas dari DLH Provinsi Jawa Barat telah turun langsung ke lokasi pada Selasa (10/3/2026) untuk melakukan pemeriksaan terhadap tumpukan limbah yang tersebar di dua desa.
Baca Juga:Mendagri Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying Jelang LebaranESDM Tahan Produksi Batu Bara Meski Harga Global Naik Akibat Konflik Timur Tengah
“Petugas DLH Provinsi Jawa Barat sudah turun ke lokasi untuk meninjau langsung timbunan limbah yang ada di dua desa tersebut,” ujar Pipin saat dihubungi, Rabu (11/3/2026).
Dari hasil pengamatan awal, kata Pipin, petugas DLH mengindikasikan bahwa material tersebut merupakan serat limbah dari pengolahan air limbah industri tekstil.
“Dari analisa awal DLH Provinsi Jabar, material itu diindikasikan sebagai serat IPAL industri tekstil. Hal itu dilihat dari bentuk tekstur dan karakteristik limbahnya,” katanya.
Meski demikian, pihak DLH Provinsi Jawa Barat belum dapat memastikan secara pasti jenis limbah tersebut karena masih memerlukan pengujian lanjutan di laboratorium.
DLH Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Bandung Barat untuk mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium guna memastikan kandungan material tersebut.
“Mereka akan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Bandung Barat untuk melakukan pengujian lebih lanjut agar bisa dipastikan jenis limbahnya,” jelas Pipin.
Sebelumnya, warga menemukan tiga titik tumpukan limbah di wilayah Desa Mandalasari dan Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan. Limbah tersebut dibuang di area perkebunan warga di pinggir jalan dan sebagian dikemas dalam karung serta kantong plastik, sementara sebagian lainnya ditumpuk langsung di lahan terbuka.
Baca Juga:Program 3 Juta Rumah Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi NasionalKopi Good Day DBL Camp 2026 Digelar di Jakarta, 260 Student Athlete Berebut Tiket ke Amerika Serikat
Secara umum, limbah serat dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri tekstil biasanya berbentuk lumpur padat hingga semi padat.
Material ini dapat mengandung serat mikro, sisa benang, zat pewarna, hingga bahan kimia hasil proses pengolahan limbah. Jenis limbah tersebut umumnya masuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sehingga penanganan dan pembuangannya harus mengikuti prosedur khusus agar tidak mencemari lingkungan.
