Mendagri Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying Jelang Lebaran

Mendagri Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying Jelang Lebaran
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap kebutuhan pokok.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok nasional berada dalam kondisi aman sehingga tidak perlu terjadi panic buying.

Menurut Tito, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar empat juta ton. Selain itu, pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga masa libur Lebaran.

Baca Juga:Paket Sembako Murah, Pemkab Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah di TegalluarDPR Tekankan Penguatan Produksi Pangan Bergizi Melalui Peternakan Desa

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.

“Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan menganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” kata Tito dikutip dari ANTARA, Selasa (10/3/2026).

Selain soal kebutuhan pokok, Tito juga menanggapi isu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang diproyeksikan berada di angka 4,7 persen.

Ia menyebut angka tersebut dipengaruhi perubahan metode perhitungan terkait tarif listrik yang sebelumnya mendapat subsidi dari pemerintah.

“Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi,” ungkapnya.

Tito juga menugaskan seluruh Bupati/Wali Kota dan Gubernur untuk segera rapat internal untuk memastikan kesiapan pasokan pangan dan energi di wilayah masing-masing, terutama menyambut momen lebaran.

Menurutnya, langkah antisipatif tersebut bertujuan menjaga kelancaran rantai pasok agar tidak terjadi gangguan distribusi yang merugikan konsumen.

Baca Juga:Kang DS Gelar Gerakan Pangan Murah dan Santuni Ribuan Anak Yatim dan JompoStok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?

“Kepala daerah segera dapat dan berkoordinasi bersama distributor serta pengusaha terkait kesiapan pasokan pangan,” ujar Tito.

Selain ketersediaan barang, Mendagri juga turut menekankan pentingnya pengamanan di lokasi wisata serta pengaturan arus mudik yang efektif agar berjalan aman dan lancar.

Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencegah insiden kerumunan massal yang tidak terkendali demi menjamin keselamatan public.

“Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan untuk masyarakat pada saat arus mudik maupun di lokasi-lokasi wisata,” kata Tito.

Sebagai bentuk pengawasan langsung, Mendagri juga menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk tetap berada di wilayah tugas masing-masing mulai 14 hingga 28 Maret 2026 guna memantau situasi di lapangan.

0 Komentar