Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap dapat merancang strategi pencegahan yang efektif sekaligus berkelanjutan dalam menjaga kesehatan mental anak-anak di Kota Bandung.
Selain fokus pada kebijakan, Farhan juga menekankan pentingnya menciptakan ruang dialog yang aman bagi pelajar. Menurutnya, anak-anak perlu memiliki tempat untuk menyampaikan perasaan, tekanan, maupun persoalan yang mereka alami, baik di dunia digital maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk berbicara dan didengar. Ketika mereka merasa aman untuk bercerita, tekanan yang mereka rasakan bisa lebih mudah ditangani,” ujarnya.
Baca Juga:Lewat Eksepsi, Kuasa Hukum Resbob Nilai Dakwaan JPU Cacat FormilBULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di Sumedang
Farhan menambahkan, upaya menjaga kesehatan mental pelajar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Peran keluarga, sekolah, serta lingkungan sosial juga sangat penting dalam membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis para siswa di tengah dinamika era digital yang terus berkembang. (Dam)
