Hubungan AS-Inggris memanas, Trump soroti sikap Starmer

Hubungan AS-Inggris memanas, Trump soroti sikap Starmer
Hubungan AS-Inggris memanas, Trump soroti sikap Starmer
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku merasa “sangat sedih” melihat hubungan antara Amerika Serikat dan Inggris yang menurutnya sudah tidak lagi seperti dulu. Hal itu dilaporkan sejumlah media Inggris pada Selasa (3/3).

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah ia melontarkan kritik terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Trump menilai Starmer terlalu lama mengambil keputusan karena tidak segera mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara Inggris untuk melancarkan serangan ke Iran.

Baca Juga:Uni Emirat Arab Bantah Stok Pertahanan Udara MenipisTrump Bandingkan Penangkapan Maduro dengan Rencana Perubahan Kepemimpinan di Iran

Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan tabloid Inggris The Sun, Trump menyebut hubungan kedua negara kini terasa berbeda dibanding sebelumnya. Ia mengatakan dunia telah berubah dan relasi antara Washington dan London tak lagi seerat masa lalu, sesuatu yang menurutnya sangat disayangkan.

Trump juga membandingkan sikap Starmer dengan dukungan yang diberikan Prancis serta Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, terhadap langkah militer tersebut. Ia mengaku tidak menyangka Inggris akan bersikap demikian, seraya menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kedekatan historis dan rasa cinta terhadap Inggris.

Sehari sebelumnya, Starmer menyampaikan bahwa Inggris tidak meyakini konsep “perubahan rezim dari langit”, yang merujuk pada upaya mengganti kepemimpinan Iran melalui serangan udara. Ia mempertahankan keputusan awalnya untuk tidak langsung memberikan izin penggunaan pangkalan militer Inggris dalam serangan pada Sabtu.

Namun, Starmer menjelaskan bahwa situasi berkembang pada Minggu setelah respons Iran yang disebutnya berlebihan dinilai membahayakan warga serta sekutu Inggris.

Pada hari yang sama, sebuah drone yang mengarah ke pangkalan Inggris di Pulau Siprus berhasil dicegat.

Setelah mempertimbangkan perkembangan tersebut, Starmer akhirnya menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk memanfaatkan pangkalan militer Inggris dalam serangan yang disebutnya bersifat defensif terhadap lokasi peluncur rudal Iran.

Di sisi lain, pemimpin Partai Konservatif Inggris Kemi Badenoch mengkritik pemerintah dengan menuduhnya terlalu ragu dan kurang tegas dalam menyikapi Iran.

0 Komentar