JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini menyatakan bahwa penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS adalah “skenario yang sempurna” ketika dimintai pendapat mengenai kemungkinan perubahan kepemimpinan di Iran, demikian dilaporkan The New York Times.
Trump mengungkapkan apresiasinya terhadap operasi di Venezuela, menunjukkan bahwa keberhasilan tersebut menurutnya bisa dijadikan contoh untuk situasi di Iran.
“Apa yang kami lakukan di Venezuela, menurut saya, adalah skenario yang sempurna, benar-benar sempurna,” ujar Trump.
Baca Juga:Majelis Ahli Iran Bersiap Pilih Pemimpin Tertinggi Baru Usai Wafatnya Ali KhameneiSergio Perez Dukung Promosi Isack Hadjar ke Red Bull untuk F1 2026
Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan bahwa tindakan di Venezuela merupakan model yang ideal, meskipun ia tidak secara langsung menyatakan bahwa strategi serupa akan diterapkan di Iran. Pernyataan itu memberikan indikasi bahwa pendekatan yang berhasil dalam kasus Venezuela mungkin dipertimbangkan lagi dalam konteks geopolitik yang lebih luas.
Selain itu, Trump menyebut dia memiliki tiga kandidat yang menurutnya sangat cocok untuk memimpin Iran jika terjadi perubahan rezim, namun ia menolak mengungkapkan siapa saja sosok tersebut.
“Saya memiliki tiga pilihan yang sangat baik,” tegasnya, tanpa memberikan detail lanjutan.
Ketika ditanya apakah ia akan memberikan jaminan perlindungan bagi warga Iran, yang sebelumnya ia dorong untuk melawan pemerintahan mereka, Trump juga mengambil sikap hati-hati.
“Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Mari kita selesaikan tugasnya terlebih dahulu,” ujar Trump.
Ia menyatakan bahwa ia tidak membuat komitmen apa pun terkait hal tersebut dan menilai masih terlalu dini untuk membahas janji semacam itu.
“Saya tidak membuat komitmen dengan cara apa pun,” ujarnya.
Baca Juga:AS Desak Iran Bongkar Fasilitas Nuklir dan Serahkan Uranium dalam Perundingan JenewaTenshin Nasukawa Tantang Juan Francisco Estrada dalam Eliminator WBC Kelas Bantam di Tokyo
Menurut laporan media tersebut, Trump tidak menutup kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Iran jika kepemimpinan baru di negara itu menunjukkan sikap pragmatis dan kooperatif. Pernyataan ini membuka peluang perubahan kebijakan di masa depan, tergantung pada evolusi politik di Iran serta hubungan antara kedua negara.
Secara keseluruhan, komentar Trump mencerminkan pendekatan yang berfokus pada hasil strategis, dengan penggunaan contoh Venezuela sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi kemungkinan intervensi atau perubahan kepemimpinan di negara lain seperti Iran.*
