Majelis Ahli Iran Bersiap Pilih Pemimpin Tertinggi Baru Usai Wafatnya Ali Khamenei

Majelis Ahli Iran Bersiap Pilih Pemimpin Tertinggi Baru Usai Wafatnya Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. (SUMBER FOTO: ANTARA/Andolu Ajansi/pri.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa Majelis Ahli akan segera menggelar sidang untuk memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menyusul wafatnya Ali Khamenei.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi nasional Iran, Larijani menegaskan bahwa sesuai Pasal 111 Konstitusi Iran, apabila Pemimpin Tertinggi meninggal dunia, maka Majelis Ahli wajib segera memilih penggantinya.

“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” ujarnya.

Baca Juga:Sergio Perez Dukung Promosi Isack Hadjar ke Red Bull untuk F1 2026AS Desak Iran Bongkar Fasilitas Nuklir dan Serahkan Uranium dalam Perundingan Jenewa

Ia memastikan bahwa lembaga tersebut akan bersidang pada Minggu dan tahapan pemilihan langsung dimulai.

“Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan rangkaian serangan ke sejumlah wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melakukan serangan rudal balasan yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi ini meningkatkan ketegangan di kawasan dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Pada Minggu, televisi nasional Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei wafat akibat serangan rudal gabungan AS-Israel yang menghantam lokasi tempatnya berada. Pemerintah Iran kemudian mengambil langkah-langkah lanjutan, termasuk memulai proses konstitusional untuk menentukan pemimpin tertinggi berikutnya.

Terkait operasi militer balasan, Larijani menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menyerang negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, target serangan Iran terbatas pada pangkalan militer Amerika Serikat, yang secara hukum bukan merupakan wilayah kedaulatan negara tempat pangkalan tersebut berada.

Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran negara-negara regional dan menegaskan bahwa tindakan Iran difokuskan pada kepentingan militer, bukan pada ekspansi konflik ke negara lain. Proses pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru kini menjadi perhatian utama, di tengah situasi keamanan yang masih memanas.*

0 Komentar