JABAR EKSPRES – Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H/2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperketat pengawasan harga dan distribusi pangan.
Dalam inspeksi mendadak di Pasar Agung, Depok, Jawa Barat, lembaga tersebut menemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan pihaknya telah melakukan inpeksi mendadak (sidak) di Pasar Agung Depok, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Baca Juga:Tingkatkan Ekonomi, Perhutanan Sosial Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan IklimKAI Bidik Pasar Wisata di Pulau Jawa, Siapkan Kereta Konsep Experience dan Heritage
Ia menyampaikan dalam sidaknya tersebut, pihaknya menemukan komoditas minya goreng, masih dijual Rp17.500 hingga 18.000 per liter oleh sejumlah pedagang.
Padahal, sesuai HET, MinyaKita seharusnya dijual 15.700 per liter.
“Ini yang perlu kita segera benahi karena MinyaKita adalah minyaknya pemerintah. Harusnya harganya sesuai dengan harga pemerintah. Tidak ada cerita harganya di atas harga eceran tertinggi,” kata Sarwo.
Selain itu, ia akan memastikan Satgas Pangan menelusuri rantai distribusi untuk mengetahui sumber minyak goreng subsidi tersebut yang dijual di atas HET.
“Nanti teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri dari mana dapatnya minyak goreng tersebut. Kita harus menelusuri hulunya, dari distributornya, dari pabrik mana,” ujarnya.
Sarwo menjelaskan jika MinyaKita bersumber dari Bulog, harga eceran harusnya Rp15.700 per liter.
Dengan harga distribusi dari Bulog Rp14.500 dan langsung diantar ke pengecer, pedagang masih memperoleh margin keuntungan yang wajar tanpa biaya angkut tambahan.
Ia berharap Dinas Perdagangan khususnya Depok melakukan pemetaan pasar-pasar rakyat agar semua pasar bisa menjual MinyaKita sesuai HET Rp15.700.
Baca Juga:Kementerian Perhubungan Fokus Keselamatan dan Infrastruktur, Anggaran 2026 Disesuaikan Jadi Rp27,13 TriliunAntisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Menhub Siapkan 5 Jalur Penyeberangan Laut Lintas Jawa-Sumatera
Sarwo menjelaskan, berbeda dengan pangan strategis lainnya seperti beras, hasil pantauan menunjukkan harga komoditas masih terkendali. Beras medium berada di harga Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram.
“Masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.
Adapun harga gular pasir tercatat relatif aman di kisaran Rp17.500-Rp18.000 per kilogram. daging ayam juga dinilai terkendali.
“Tadi (daging ayam) harganya Rp48.000, tapi itu 1,3 kilogram. Jadi mohon nanti ketika menanyakan harga ayam harus ditanya berapa kilo. Kadang-kadang harganya berapa, Rp70 ribu, ternyata per ekor beratnya 2,1 kilogram,” jelasnya.
