JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut koleksi artefak di Museum Pajajaran Batutulis masih bersifat dinamis dan berpotensi terus bertambah seiring proses pengembangan museum.
Menurut Dedie, museum tersebut saat ini masih dalam tahap penyempurnaan dan evaluasi, baik dari sisi penyusunan alur sejarah, penambahan koleksi artefak, hingga penyempurnaan bangunan museum.
“Kalau museum ini sekarang belum dalam konteks kita memfinalisasi ya. Namanya museum ini kan masih banyak hal yang harus kita persiapkan dan harus kita cari,” kata Dedie, Senin (18/5/2026).
Baca Juga:Jateng Dinilai Paling Siap dalam Mendukung Program 3 Juta RumahDigitalisasi Arsip Jadi Tantangan Serius, FISIP Unpas Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI dan Paperless
Ia menjelaskan, salah satu hal penting yang tengah disiapkan adalah penyusunan timeline sejarah Sunda dan Kerajaan Pajajaran agar pengunjung dapat memahami perjalanan sejarah secara runtut.
Timeline tersebut telah mulai disusun oleh tim dari Universitas Padjadjaran dan nantinya akan ditampilkan dalam bentuk panel informasi di museum. Alur sejarah akan dimulai dari masa prasejarah, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Galuh, Cirebon, hingga Kerajaan Pakuan Pajajaran beserta keterkaitannya dengan Sumedang dan wilayah lainnya.
Selain timeline, museum juga akan dilengkapi storyline untuk memperkuat narasi sejarah kepada pengunjung.
“Nanti akan diceritakan dalam sebuah timeline yang nantinya menjadi informasi bagi mereka. Bahkan bukan hanya timeline, ada storyline juga. Storyline ini menjadi penting untuk masyarakat yang berkunjung nantinya agar lebih paham,” ujarnya.
Dedie menambahkan, koleksi museum saat ini belum sepenuhnya lengkap karena berbagai artefak yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Pajajaran dan kerajaan-kerajaan di Tatar Sunda masih tersebar di sejumlah wilayah.
Karena itu, Museum Pajajaran membuka peluang adanya tambahan koleksi dari masyarakat maupun pihak keluarga yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kerajaan Pajajaran.
Warga yang memiliki benda atau koleksi terkait sejarah Kerajaan Pajajaran maupun kerajaan-kerajaan pada masa tersebut dapat mendatangi museum atau menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor untuk proses pendataan dan kajian oleh kurator serta tim ahli.
Baca Juga:Bandoeng 10K Jadi Motor Sport Tourism, Farhan Sebut Bagian Strategi Pembangunan Kota BandungPemkab Tasikmalaya Jajaki Kerjasama Pembangunan Dua Rumah Sakit
Menurut Dedie, seluruh koleksi yang masuk nantinya akan melalui proses penelitian dan kurasi sebelum ditampilkan kepada publik.
“Misalnya sekarang baru punya lima, siapa tahu besok begitu melihat, ‘ah saya juga punya’, lalu diteliti oleh kurator dan ahli, bisa nambah jadi 15 koleksinya,” katanya.
