Ambisi Zero TPA Cimahi! Kapasitas Naik, Tapi Masalah Sampah Masih Menggunung

Ambisi Zero TPA Cimahi! Kapasitas Naik, Tapi Masalah Sampah Masih Menggunung
Ambisi Zero TPA Cimahi! Kapasitas Naik, Tapi Masalah Sampah Masih Menggunung
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus mempercepat strategi penanganan sampah sebagai respons atas tekanan kapasitas pengelolaan dan kebutuhan mendesak menuju target zero to TPA (minim pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir).

Upaya ini dilakukan melalui peningkatan fasilitas pengolahan, penambahan armada operasional, serta optimalisasi TPST Sentiong dan TPST Lebak Saat yang masih berada dalam tahap uji coba operasional.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa arah kebijakan pengelolaan sampah daerah saat ini difokuskan untuk mengurangi ketergantungan pada TPA dengan memperkuat sistem pengolahan di tingkat fasilitas terpadu maupun skala kecil di wilayah.

Baca Juga:Digitalisasi Arsip Jadi Tantangan Serius, FISIP Unpas Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI dan PaperlessBandoeng 10K Jadi Motor Sport Tourism, Farhan Sebut Bagian Strategi Pembangunan Kota Bandung

“Ke depan, kemungkinan bulan Juli akan datang mesin baru untuk TPST Sentiong. Kapasitas pengolahannya nanti meningkat menjadi 85 ton per hari,” ujar Ngatiyana di MPP Kota Cimahi pada Senin, (18/5/26).

Meski peningkatan kapasitas TPST Sentiong menjadi 85 ton per hari diklaim sebagai langkah signifikan, sistem pengelolaan sampah di Cimahi masih menghadapi fase transisi yang krusial. TPST Lebak Saat sendiri saat ini tetap beroperasi dengan kapasitas sekitar 10 ton per hari, yang menunjukkan bahwa beban pengolahan sampah masih belum sepenuhnya tertangani secara optimal.

Sebagai strategi lanjutan, Pemkot Cimahi juga berencana memasang mesin pengolah sampah skala kecil berkapasitas lima ton per hari di sejumlah titik wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan desentralisasi pengolahan agar sampah tidak seluruhnya bergantung pada fasilitas utama.

“Kalau Sentiong sudah 85 ton per hari dan TPST kecil juga berjalan, maka lebih dari 50 persen persoalan sampah di Cimahi bisa teratasi,” katanya.

Namun demikian, target tersebut tetap menghadapi tantangan pada aspek implementasi dan konsistensi operasional, mengingat sebagian fasilitas masih dalam tahap pengembangan dan uji coba. Ketergantungan pada kesiapan teknologi dan distribusi fasilitas menjadi faktor penentu keberhasilan target zero TPA yang dicanangkan.

Selain penguatan infrastruktur pengolahan, Pemkot Cimahi juga akan menerima dukungan armada operasional dari Kementerian PUPR. Bantuan tersebut mencakup dump truck, sekitar 36 unit kendaraan pick up, 32 unit motor sampah, serta dua unit wing box untuk mendukung distribusi dan pengangkutan sampah di lapangan.

0 Komentar