JABAR EKSPRES – Kebakaran hebat menghanguskan gudang rongsok di Kampung Babakan Cimareme, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (23/2/2026) siang.
Api dengan cepat merembet ke bengkel cat duco serta gudang penyimpanan kabel dan perangkat jaringan wifi yang berada dalam satu area.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga pada pukul 11.50 WIB. Tiga menit kemudian, Regu 01 Mako Ngamprah langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian.
Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta
“Laporan masuk pukul 11.50 WIB dan pukul 11.53 WIB tim sudah bergerak menuju lokasi,” ujar Siti saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan jarak tempuh dari pos pemadam ke lokasi sekitar 4,9 kilometer dengan waktu respons 16 menit. Petugas tiba di lokasi pukul 12.09 WIB dan langsung melakukan pemadaman.
“Saat tiba, api masih menyala di beberapa titik dan berpotensi meluas. Kami segera melakukan pemadaman dan penyekatan agar tidak menjalar ke bangunan lain,” katanya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 14.30 WIB. Seluruh bangunan seluas kurang lebih 50 meter persegi terdampak kebakaran dan tidak ada bagian yang dapat diselamatkan.
“Total luas area sekitar 50 meter persegi dan seluruhnya terdampak,” ungkapnya.
Gudang yang terbakar diketahui milik Agus. Selain gudang rongsok, api juga menghanguskan bengkel cat duco serta tempat penyimpanan kabel dan perangkat jaringan wifi.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materi diperkirakan mencapai kurang lebih Rp550 juta,” ujarnya.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
Selain itu, sebanyak sembilan jiwa yang berada di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban luka maupun meninggal dunia.
Terkait penyebab kebakaran, Siti menyebut dugaan sementara akibat korsleting listrik. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan bersama aparat terkait.
“Dugaan awal karena korsleting listrik, tetapi penyebab pastinya masih dalam pendalaman,” jelasnya.
Dalam penanganan kebakaran ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB menerjunkan tiga unit kendaraan, terdiri dari dua unit pancar dan satu unit rescue. Proses pemadaman turut dibantu warga setempat, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Redkar Unit Padalarang, serta ambulans desa.
