JABAR EKSPRES – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut sejumlah indikator pembangunan di Kota Bogor menunjukkan tren positif selama tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin.
Dedie menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil meraih beberapa capaian kinerja, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan tingkat inflasi, hingga berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran.
Ia menjelaskan, kenaikan IPM juga diikuti dengan meningkatnya rata-rata lama sekolah masyarakat. Menurutnya, capaian ini menjadi fondasi penting bagi Pemkot untuk melanjutkan berbagai program pembangunan ke depan.
Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta
“Dari berbagai indikator, mulai dari indeks pembangunan manusia, tingkat inflasi, penurunan kemiskinan, tingkat pengangguran, dan lain sebagainya menunjukkan progres ke arah positif,” ujar Dedie, Minggu (22/2/2026).
Selain itu, Dedie menyoroti pentingnya antisipasi terhadap dinamika geopolitik global, khususnya yang berdampak pada ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa ketergantungan pada impor harus diimbangi dengan penguatan produksi pangan lokal.
Pemkot Bogor juga akan memprioritaskan pembukaan lapangan kerja baru dengan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha, serta memberikan prioritas kepada warga asli Kota Bogor.
“Peningkatan lowongan pekerjaan harus diikuti dengan kemudahan perizinan. Jadi memang saling berkaitan,” jelasnya.
Di sektor transportasi, Dedie menyebut layanan BisKita Trans Pakuan telah kembali beroperasi dan diharapkan terus berjalan tanpa jeda hingga 2027. Pemerintah kota juga tengah menyiapkan sistem transportasi terpadu seiring rencana pengembangan jaringan LRT menuju Bogor serta Kereta Listrik Trem.
Di bidang lingkungan, Pemkot melanjutkan program pengolahan sampah melalui proyek Waste to Energy (WTE) yang telah mendapat persetujuan pemerintah pusat. Saat ini, Pemkot Bogor juga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pembangunan Pembangkit Sampah Melalui Energi Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Galuga.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Pemkot menghadirkan layanan Public Safety Center (PSC) untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan darurat dan rujukan rumah sakit. Dedie menekankan bahwa pasien tidak perlu semuanya menuju RSUD, karena distribusi ke rumah sakit yang siap dari sisi kamar, dokter, dan fasilitas penanganan akan dilakukan secara lebih efektif.
