Anggaran Perbaikan Jalan Naik jadi Rp300 Miliar, Integrasi dan Pengawasan Proyek Kota Bandung Diuji

Anggaran Perbaikan Jalan Naik jadi Rp300 Miliar, Integrasi dan Pengawasan Proyek Kota Bandung Diuji
Pengendara motor melintas di dekat proyek galian ducting di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (20/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menaikkan anggaran perbaikan infrastruktur jalan secara signifikan pada 2026. Dari sebelumnya Rp130 miliar, kini melonjak menjadi Rp300 miliar.

Kenaikan anggaran perbaikan jalan lebih dari dua kali lipat ini, digadang-gadang sebagai langkah percepatan pembenahan jalan rusak dan peningkatan kualitas infrastruktur Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, besarnya anggaran tidak boleh sekadar terserap secara administratif, tetapi harus dibarengi kualitas perencanaan dan pelaksanaan yang matang.

Baca Juga:Pengamat Soroti Kerusakan Jalan Kota Bandung Akibat Proyek Ducting Kabel UdaraBRT Bandung Raya: Solusi Tekan Kendaraan Pribadi atau Justru Tambah Beban Jalan?

“Perencanaan kita harus sangat matang sehingga terserap Rp300 miliar. Jangan cuma besar di angka, tapi tidak berkualitas,” ujar Farhan, Jumat (20/2).

Farhan juga mengakui masih adanya catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ketidaksesuaian antara dokumen perencanaan dan hasil inspeksi pekerjaan di lapangan.

Karena itu, ia mengkku bahwa Pemkot berkomitmen meningkatkan skor pencegahan korupsi melalui pembenahan tata kelola anggaran dan sistem pengawasan proyek.

“Kita harus meningkatkan lagi scoring pencegahan korupsi supaya bisa menjalankan amanat APBD dengan baik,” katanya.

Di sisi lain, DPRD Kota Bandung menilai problem utama infrastruktur bukan hanya soal anggaran, melainkan sinkronisasi antar-dinas.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Aan Andi Purnama menyoroti pentingnya integrasi perencanaan, terutama antara proyek perbaikan jalan dan pekerjaan galian utilitas.

“Kalau proyek galian dan perbaikan jalan tidak sinkron, pekerjaan yang sudah selesai akan sia-sia. Harus ada jadwal yang jelas, siapa mengerjakan duluan dan bagaimana tahapan perbaikan jalan dilakukan,” ujar Aan.

Baca Juga:Pemkot Bandung Pastikan Penataan Kabel Optik Terus Jalan, Operator Diminta Tepati KomitmenPenataan Kabel Udara di Bandung Dimulai dari Jalan Buahbatu, Target Rampung Dua Pekan

Ia mencontohkan, apabila Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga merencanakan perbaikan permanen di satu kawasan, maka seluruh pekerjaan galian, baik untuk saluran air maupun utilitas bawah tanah, harus dituntaskan lebih dulu.

“Misalnya kawasan A akan diperbaiki tahun ini. Jangan sampai jalan diperbaiki, kemudian digali lagi karena ada pemasangan utilitas bawah tanah. Ini jelas memboroskan anggaran dan merugikan warga,” tegasnya.

Di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, kondisi tambal sulam masih menjadi pemandangan umum. Lubang yang kembali muncul setelah hujan, permukaan aspal yang tidak rata, hingga bekas galian yang belum tertata rapi menjadi keluhan warga.

0 Komentar