JABAR EKSPRES – Pemerintah memastikan tunjangan hari raya (THR) tahun 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Kepolisian RI atau Polri akan disalurkan dalam waktu dekat.
Itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu. “(Pencairan THR) Bentar lagi,” ujarnya, dikutip Kamis (19/2/2026).
Menkeu Purbaya memastikan bahwa pencairan THR bagi ASN, TNI, dan Polri akan disalurkan pada awal Ramadan.
“(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” kata dia.
Baca Juga:Tim Merah Putih Jajal Air Terjun Es di ChinaBEI Klaim "Free Float" 15 Persen Cegah Manipulasi Harga, Ini Penjelasannya!
Kendati begitu, Menkeu tidak menyebutkan tanggal pasti penciran THR bagi ASN hingga TNI dan Polri tersebut. Namun, ia memastikan bahwa para pegawai negara itu akan mendapatkan tunjangan lebaran dalam waktu dekat.
Adapun dalam penyaluran THR pegawai negeri tahun ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan anggaran senilai Rp55 triliun.
Angka anggaran tersebut diungkapkan Menkeu Purbaya dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2) lalu.
“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan,” cetusnya.
Sementara itu, proyeksi belanja pemerintah pada triwulan pertama (I) tahun 2026 ini telah mencapai Rp809 triliun. Angka tersebut mencakup anggaran unyuk THR bagi ASN, TNI, dan Polri.
Selain itu, secara lebih rinci pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk percepatan program Makan Bergisi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp6 triliun, serta paket stimulus senilai Rp13 triliun.
Purbaya menegaskan bahwa belanja pemerintah pada triwulan I 2026 tersebut, dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 diperkirakan terus berlanjut hingga 2026.
Baca Juga:Jaga Defisit Anggaran 2026, Purbaya: Ketika Ekonomi Jatuh, Pemerintah Harus Memberi StimulusKisruh Penonaktifan BPJS PBI, Anggaran Dipangkas untuk MBG?
“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” kata dia.
Menurutnya, target pertumbuhan ini merupakan angka yang luar biasa. Apabila hal ini tercapai, ujar Purbaya, Indonesia berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen.
Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diyakini semakin menguat pada triwulan I 2026, terutama didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).
