Setannya Cuan Perdana Tayang di Bandung, Surat Cinta Horor-Komedi yang Satir dan Relatable

Setannya Cuan Perdana Tayang di Bandung, Surat Cinta Horor-Komedi yang Satir dan Relatable
Setannya Cuan Perdana Tayang di Bandung, Surat Cinta Horor-Komedi yang Satir dan Relatable
0 Komentar

JABAR EKSPRES– Industri film horor Indonesia memang tengah berada di puncak popularitas. Namun di tengah dominasi teror mencekam dan adegan jump scare yang intens, hadir satu karya yang menawarkan warna berbeda: horor yang mengundang tawa sekaligus menyentil realitas sosial. Film Setannya Cuan resmi diperkenalkan ke publik dengan identitas baru yang lebih segar dan relevan.

Diproduksi oleh RADEPA BLACK dan ATLAS PIXEL, film ini sebelumnya dikenal dengan judul Djoerig Salawe. Transformasi nama menjadi Setannya Cuan bukan sekadar rebranding, tetapi pernyataan sikap—bahwa film ini adalah “surat cinta” untuk pecinta horor-komedi khas Indonesia.

“Dulu Djoerig Salawe (Setan Dua Lima), sekarang Setannya Cuan. Karena di dunia ini, yang lebih menakutkan dari setan cuma satu: nggak punya cuan! HAHA!”

Baca Juga:Jodoh Market Gegerkan Valentine Festlink Bandung, Cari Pasangan Kini Lewat CV TerverifikasiSambut Ramadan & Idulfitri, bank bjb Hadirkan Layanan Penukaran Uang Melalui SERAMBI 2026

Kalimat tersebut seolah menjadi benang merah film yang memadukan unsur mistis, komedi, dan kritik sosial.

Potret Obsesi Cuan dan Dunia Gaib

Ide cerita film ini lahir dari fenomena nyata di masyarakat, ketika tekanan ekonomi membuat sebagian orang tergoda mencari jalan pintas—termasuk lewat praktik klenik dan angka keberuntungan.

“Kami ingin memotret bahwa di balik keriuhan komedinya, ada potret jujur mengenai bagaimana ‘cuan’ atau uang bisa mengubah perilaku manusia hingga berurusan dengan dunia gaib,” jelas dr. Robby Hilman Maulana, Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita film ini, Sabtu (14/2/2026).

Inspirasi cerita diambil dari fenomena “salawe” atau angka dua puluh lima yang lekat dengan mitos keberuntungan. Namun di tangan para kreator, kisah tersebut dikemas dengan pendekatan jenaka tanpa kehilangan relevansi sosialnya.

“Kami ingin mengembalikan sensasi menonton film horor yang ‘guyub’. Di mana penonton bisa berteriak kaget, tapi sedetik kemudian tertawa terpingkal-pingkal bersama orang di sebelah mereka,” ujar Avesina Soebli, yang bersama Aris Muda menjadi Produser Film Setannya Cuan.

“Ini adalah surat cinta kami untuk penonton yang kangen hiburan yang jujur, dekat dengan keseharian, dan tentu saja, sangat Indonesia,” tambahnya.

0 Komentar